Senin, 13 April 2026

Refleksi Hari Martha Christina Tiahahu, Inspirasi Semangat Juang Perempuan Maluku

Yayasan INAATA Mutiara Maluku menyelenggarakan kegiatan Refleksi Hari Martha Christina Tiahahu di pelataran monumen Pahlawan Nasional asal Maluku

Editor: Maria Sorenada Garudea Prabawati
Kontributor TribunAmbon.com, Adjeng
Yayasan INAATA Mutiara Maluku menyelenggarakan kegiatan Refleksi Hari Martha Christina Tiahahu di pelataran monumen Pahlawan Nasional asal Maluku tersebut di Karang Panjang, Ambon, Sabtu (02/01/2021).  

Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Adjeng Hatalea

TRIBUNAMBON.COM - Yayasan INAATA Mutiara Maluku menyelenggarakan kegiatan Refleksi Hari Martha Christina Tiahahu di pelataran monumen Pahlawan Nasional asal Maluku tersebut di Karang Panjang, Ambon, Sabtu (02/01/2021). 

Direktur INAATA Mutiara Maluku, Lusi Peilouw mengatakan, kegiatan ini dilakukan dalam rangka memperingati perjuangan Martha Christina Tiahahu melawan penjajahan 203 tahun silam dan memetakan seperti apa perjuangan perempuan Maluku di masa kini.

"Kami menganggap sosok seorang pahlawan Martha Christina Tiahahu itu sebagai inspirator pergerakan perempuan di Maluku saat ini. Ini menjadi momentum agar kami kembali merefleksikan diri tentang perjuangan-perjuangan itu," ucap Direktur INAATA Mutiara Maluku, Lusi Peilouw kepada TribunAmbon.com saat ditemui usai kegiatan tersebut di pelataran monumen Martha Christina Tiahahu di Karang Panjang, Ambon, Sabtu (02/01/2021).

Pantauan TribunAmbon.com di lapangan, kegiatan yang menggandeng Komunitas Milenial itu juga melibatkan perwakilan aktivis perempuan dari berbagai generasi.

Baca juga: Basarnas Ambon : 41 Laka Laut Sepanjang 2020 di Maluku, 21 Nelayan Hilang

Kegiatan ini dimulai dengan pembacaan sejarah singkat perjuangan Pahlawan Nasional perempuan termuda se-Asia Tenggara itu.

Kemudian dilanjutkan dengan sharing session tentang perjuangan perempuan Maluku saat ini.

Salah satu partisipan dalam kegiatan itu mengatakan, hidup di era yang berbeda, namun baik Christina Martha Tiahahu maupun perempuan Maluku saat ini memperjuangkan hal yang sama, yakni kemerdekaan.

"Merdeka dari kebodohan, merdeka dari kemiskinan, kekerasan dan lain sebagainya. Perempuan memperjuangkan semua itu. Terlebih di masa pandemi, perempuan memegang andil yang cukup besar dalam memerangi dampak apa saja yang terjadi selama pandemi," kata salah satu aktivis perempuan senior di kegiatan itu.

Sementara generasi muda saat ini juga dihadapkan dengan persoalan lain.

Misalnya perempuan melawan perempuan dan perempuan dalam bersosial media.

Hal ini sering ditemukan di kolom komentar berbagai platform media sosial. Beberapa dari peserta yang hadir setuju dengan hal itu.

Baca juga: Sepanjang Tahun 2020, Gempa Sebanyak 3.139 Kali Guncang Maluku

Baca juga: 1.257.641 Orang di Maluku Akan Terima Vaksin Covid 19, Berdasarkan Pemetaan Kelompok Sasaran

Untuk meminimalisir terjadinya kasus-kasus yang disebutkan di atas, Lusi bertekad akan membuat kegiatan kolaborasi antara Yayasan INAATA Mutiara Maluku dan Komunitas Milenial untuk membuat edukasi publik dengan melibatkan berbagai komunitas lintas gender, khususnya komunitas perempuan yang ada di Maluku.

Di penghujung kegiatan, peserta menyaksikan penampilan pembacaan puisi berjudul 'Martha Christina Tiahahu Di Mata Remaja Maluku' oleh seorang remaja bernama Johanes Tetelepta.

Di akhir kegiatan, Lusi berpesan untuk semua perempuan Maluku hal pertama yang harus dilakukan seorang pejuang adalah agar bisa memerdekakan dirinya sendiri terlebih dahulu.

"Dalam jiwa perempuan itu ada spirit kepahlawanan. Hidupkan spirit itu, karena hanya dengan begitu kita akan merdeka", tutup Lusi. 

(*)

Sumber: Tribun Ambon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved