Breaking News:

Aktivis KAMI Jumhur Hidayat Positif Covid-19, Istri Ajukan Izin Pembantaran Rawat Inap di Luar Rutan

Alia Febyani mengirimkan surat permohonan agar Jumhur Hidayat bisa pembantaran keluar dari rumah tahanan negara Bareskrim Polri, Jakarta Selatan.

Tribunnews.com/ Ria Anatasia
Alia Febyani mengirimkan surat permohonan agar Jumhur Hidayat bisa pembantaran keluar dari rumah tahanan negara Bareskrim Polri, Jakarta Selatan. 

TRIBUNAMBON.COM - Istri Jumhur Hidayat, Alia Febyani mengirimkan surat permohonan agar suaminya bisa pembantaran keluar dari rumah tahanan negara Bareskrim Polri, Jakarta Selatan.

Surat itu ditujukkan kepada Kabareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo, Direktur Tindak Pidana Siber Brigjen Pol Slamet Uliandi dan Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jenderal TNI Doni Monardo.

Dalam surat itu, permohonan pembantaran rawat inap keluar rutan Bareskrim itu lantaran Jumhur diketahui dinyatakan positif Covid-19.

Selain itu, Jumhur juga baru menjalani operasi batu empedu sebulan yang lalu.

Atas dasar itu, Jumhur masih dibutuhkan untuk mendapatkan perawatan intensif oleh pihak rumah sakit (RS).

Kuasa hukum Jumhur, Taufik Riyadi menyebut surat permohonan itu akan dikirimkan resmi kepada Kabareskrim pada hari ini, Jumat (13/11/2020).

"Suratnya baru akan disampaikan hari ini," kata Taufik dalam keterangannya, Jumat (13/11/2020).

Dalam surat permohonan itu, istri Jumhur juga menyertakan 4 dasar permohonan yang bisa menjadi pertimbangan Komjen Listyo.

Pertama, sang istri bersedia untuk menjadi penjamin izin pembantaran rawat inap RS di luar tahanan.

Kedua, sang istri juga menjamin sang suami tak akan melarikan diri, menghilangkan barang bukti, mengulangi tindak pidana dan mempersulit jalannya pemeriksaan atau penyidikan serta bersedia menghadiri persidangan perkara selama kondisi kesehatannya pulih kembali.

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved