Breaking News:

Curahan Hati Dokter yang Tangani Pasien Covid-19: Rutin Jadi Saksi Kematian, Akui Mati Rasa

Karena terlalu seringnya, dr. Gia Pratama, salah seorang personel tenaga kesehatan yang melakukan penanganan Covid-19 mengaku telah mati rasa.

freepik
ilustrasi tenaga medis COVID-19 

TRIBUNAMBON.COM - Kematian yang diakibatkan oleh Covid-19 di Indonesia telah mencapai lebih dari 10.000 jiwa.

Salah satu pihak yang harus menyaksikan kematian demi kematian tersebut, ialah para tenaga kesehatan.

Bukan hanya menyaksikan kematiannya tetapi juga harus menyampaikan kabar buruk tersebut ke keluarga pasien.

Karena terlalu seringnya, dr. Gia Pratama, salah seorang personel tenaga kesehatan yang melakukan penanganan Covid-19 mengaku telah mati rasa.

Baca juga: Lawan Covid-19, Dosen dan Mahasiswa di Ambon Turun Ke Gereja

Baca juga: Jokowi Minta Pengadaan Vaksin Corona Dilakukan dengan Hati-hati

“Sudah mati rasanya kayaknya aku sedihnya. Karena itu fase yang terus berulang,” jelas Gia.

Dalam fase penanganan Covid-19, Gia mengungkapkan terdapat tiga fase terkait relasi pasien dan dokter.

“Fase pertama saat harus ngasih tahu dia bahwa dia positif. Sudah kabar kurang gembira kan,”ujarnya.

Pada saat yang sama, tenaga kesehatan juga harus meyakinkan pasien bahwa mereka dapat sembuh dan harus optimis dalam melawan Covid-19.

TONTON JUGA

“Harus ingat 99 persen pasien di bawah 50 tahun dan penyakit penyerta itu sembuh. Keyakinan akan kesembuhan itu 50 persen kesembuhan, itu yang aku bilang ke mereka,” ujar dia.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved