Breaking News:

Pariwisata Maluku Mandeg, Ekonomi Ikut Terpuruk hingga Warga Minta Lokasi Wisata Dibuka

Menyusul pandemi Covid-19, industry pariwisata di Maluku mandeg, sejak delapan bulan terakhir, seluruh lokasi wisata di Maluku ditutup,

(Foto : istimewa)
Lokasi Wisata Pulau Tujuh, Seram Utara Barat, Maluku Tengah, sepi pengunjung selama pandemi berlangsung delapan bulan terakhir.Foto : istimewa 

Laporan Wartawan Tribunambon.com, Insany

TRIBUNAMBON.COM - Menyusul pandemi Covid-19, industry pariwisata di Maluku mandeg, sejak delapan bulan terakhir, seluruh lokasi wisata di Maluku ditutup, termasuk Pulau Tujuh yang berada di Seram Utara Barat masuk Kabupaten Maluku Tengah. 

Kondisi ini mempengaruhi pendapatan masyarakat yang hidup dari industry pariwisata di Maluku, akibatnya perekonomian masyarakat juga ikut terpuruk. 

Karena itu warga  meminta pemerintah negeri atau Desa Pasanea, dimana Pulau Tujuh menjadi salah satu destinasi wisatanya, untuk segera membuka lokasi wisata tersebut, agar kehidupan perekonomian bisa berlanjut lagi.

Pelaksana Tugas (Plt)  Negeri Pasanea Jainuddin Wama kepada wartawan, Minggu (11/10/2020) mengungkapkan, hampir lima bulan lebih wisata pulau tujuh ditutup atas instruksi pemerintah Maluku Tengah, sehingga ekonomi masyarakat menurun drastis.

‘’Masyarakat kita itu hidup dari Pulau Tujuh, jika terus begini kasihan masyarakat, ekonominya makin sulit, saya berharap Bupati Malteng ada kebijakan untuk segera buka lagi lokasi wisata ini,’’ harap Jainuddin. 

Meski kawasan ini masih masuk zona hijau, namun lokasi wisata ini terpaksa harus tetap ditutup atas dasar instruksi bupati. 

Kepala Dinas Pariwisata Malteng Jacob Wattimena mengatakan, tempat tempat wisata di Malteng termasuk wisata pulau tujuh untuk sementara ditutup dengan dasar instruksi Bupati Malteng. 

Namun menurut Wattimena, kondisi saat ini sudah mulai membaik, sehingga kemungkinan akan direaktivasi lokasi-lokasi wisata bisa segera diwujudkan. 

‘’Kami sedang memproses reaktivasi lokasi wisata di Malteng, termasuk Pulau Tujuh, Bupati harus setujui baru bisa dibuka kembali, ‘’ cetus Wattimena. 

Menurut Wattimena, kebijakan penutupan lokasi wisata ini, karena akses menuju lokasi wisata memang melalui wilayah yang sudah terpapar covid, sehingga bisa mencemari wilayah zona hijau. ‘’ Makanya kita tutup sementara, tapi semoga harapan masyarakat segera bisa terwujud,’’ harapnya. 

(*)

Editor: Maria Sorenada Garudea Prabawati
Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved