Breaking News:

PLN Alami Kerugian hingga Miliaran Rupiah Tiap Tahun karena Layangan Benang Kawat

Merugi hingga miliaran rupiah tiap tahun akibat ulah pemain layangan yang menggunakan benang kawat, PT PLN bentuk tim khusus.

Kontributor TribunAmbon.com/Adjeng
ILUSTRASI - Petugas PLN disiagakan menjaga pasokan listrik di Maluku dan Maluku Utara 

TRIBUNAMBON.COM - PLN merugi hingga miliaran rupiah tiap tahun akibat ulah pemain layangan yang menggunakan benang kawat,

PT PLN Unit Transmisi Jawa Bagian Tengah, membentuk tim khusus yang dinamai Tim Saberlakat (Sapu Bersih Layangan Berkawat).

Deklarasi tim ini, dilakukan di Kelurahan Sukajaya Kecamatan Tarogong Kidul.

“Kerugian kami itu, kalau dikalkulasikan cukup besar, angkanya miliaran sekali gangguan,” jelas Sumaryadi, General Manager Unit Transmisi Jawa Bagian Tengah PT PLN, Rabu (7/10/2020), usai acara deklarasi tim Saberlakat bersama Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum dan Wakil Bupati Garut Helmi Budiman, di Kelurahan Sukaya, Kecamatan Tarogong Kidul.

Kerugian ini, menurut Sumaryadi terjadi karena saat gangguan terjadi, pembangkit listrik berhenti, dan untuk bisa memulai kembali, mereka butuh energi, namun energinya tidak bisa dijual.

Selain itu, kerugian juga terjadi karena ada energi yang tidak bisa tersalur ke masyarakat.

“Belum lagi masyarakat menstigma PLN tidak melayani dengan baik, itu yang berat,” katanya kepada wartawan.

Menurut Sumaryadi, kasus gangguan jaringan listrik akibat layangan dengan benang kawat, paling banyak terjadi memang di Kabupaten Garut.

Sejak Januari hingga Oktober 2020 ini saja, sudah ada 60 kasus gangguan jaringan listrik akibat layangan dengan benang kawat.

“Itu meningkat 300 persen (dibanding tahun lalu), baru sampai bulan 10 sudah naik,” katanya.

 Pandemi Covid-19, Maya Septha Putuskan untuk Ubah Cara Pandangnya: Berdamai dengan Kenyataan

Halaman
123
Editor: sinatrya tyas puspita
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved