Geliat UMKM
Karibo Coffee, Angkringan Romantis Wisata Kuliner di Kota Jawa Teluk Ambon
Satu lagi kuliner di Kota Jawa dengan pemandangan Teluk Ambon, Karibo Coffee, angkringan aneka minuman
Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Fandy
TRIBUNAMBON.COM - Datang dengan konsep angkringan, Ipul seakan menantang arus modal besar pengusaha gerai kopi modern yang kian menjamur di Kota Ambon.
Seperti pengusaha pada umumnya, pemilik nama lengkap Saiful Etlegar itu juga menangkap kebiasaan baru di zaman ini.
Konsumtif, tongkrongan dan gaya-gayaan anak muda kekinian diyakini akan berakhir dengan hitung-hitungan kocek di kantong.
Atas dasar itu, Ipul kemudian nekat memodifikasi tempat duduk bagian belakang Vespa tua menjadi gerobak mini, dibuatkan kursi dan meja dari kerdel bekas peti dan dibelinya perkakas barista dengan standar minimalis serta sebuah mimpi besar sebagai modal dasar.
Semuanya itu kemudian diringkas dalam satu mesin produksi berjuluk "Karibo Coffee".
Berlokasi di Kota Jawa, Desa Rumah Tiga, Kecamatan Teluk Ambon, tepatnya di depan Pangkalan Spit, Ipul memarkir Vespanya persis di bibir jalan.
Area sepanjang kurang dari 120 meter ini seringkali disinggahi penggguna jalan yang rehat sembari menikmati landscape Teluk Ambon yang mempesona.
• Menikmati Senja dan Kuliner Kaki Lima di Kawasan Kota Jawa Teluk Ambon
"Waktu itu tanggal 22 November perdana jualan, hitungannya mendekati satu tahun," ujar Ipul saat disambangi TribunAmbon, Rabu sore (23/9/2020).
Di Karibo Coffee tersedia delapan varian kopi, di antaranya Kopi Rempah, Espresso, V60, Americano, Matcha Cofee, Capuccino dan kopi susu dan Covid-20 sebagai menu anyar ditengah.
Sedangkan minuman selain kopi, yakni coklat, teh, green tea, thai tea, marcha coklat dan tea.
Tanpa kudapan, Ipul ingin pengunjungnya fokus menikmati biji kopi lokal yang didapat dari sejumlah daerah di Pulau Seram.
Mulai harga Rp 8 ribu dan paling mahal senilai Rp 20 ribu, Ipul berhasil memberikan pengalaman ngopi yang berkualitas dengan sensasi yang romantis dan murah tentunya.
"Sajian pemandangan pantai dan teluk, serta senja sudah cukup indah nan romantis," ujarnya.
Pekan pertama berjualan, angkringannya hanya ditongkrongin teman sekomunitas dan teman sekosan yang datang dengan sedikit paksaan.
Serupa minggu pertama, pekan kedua tidak banyak perubahan, masih seputaran teman dekat, hanya ada penambahan beberapa orang teman dari temannya.
Ini berlangsung hampir satu bulan. Peningkatan mulai terasa pada bulan kedua hingga bulan ketiga.
• Menikmati Siwang Paradise Puncak Surga di Kota Ambon, Berikut Tiga Pilihan Jalur Alternatifnya
Memasuki bulan ke empat, Ipul akhirnya menambah lima karyawan untuk membantu pelayanan.
Terhitung sore pukul 17.00 hingga 00.00 Ipul bisa menjual hampir 150 Cup minuman dengan jumlah pengunjung tidak kurang dari 70 orang perhari.
Diundang Pejabat
Di kerdel bekas yang dijadikan kursi itu, Anggota DPD RI asal Maluku, Nono Sampono pernah duduk menikmati Kopi Rempah yang diracik manual, termasuk artis sinetron Fredy Prahman.
"Berkisar 70 sampai 100 orang perhari, dengan omzet mencapai Rp 900 ribu. Kalau yang datang itu dari berbagai kalangan. Pejabat, anggota DPR hingga artis pernah ngopi disini," ungkapnya.
Berbekal angkringan itu juga, Ipul diundang untuk mempresentasikan gagasan kuliner jalanan dihadapan Sekretaris Kota Ambon dan pejabat lainnya.
"Bulan Februari, wali kota undang tuk presentasi depan pejabat daerah. Presentasi tentang kuliner serta pengembangan potensi," kata pemuda asal Kesui Seram Bagian Timur itu.
Meski begitu, capaiannya itu dinilai bukan sebuah prestasi besar.
Karena targetnya cukup sederhana, menjadi motifasi bagi anak muda untuk lebih kreatif dan produktif.
Rintangan Pandemi
Terhitung Maret 2020, kekhawatiran warga kota memuncak. Work From Home sebagai upaya pencegahan penularan Covid-19 digalakkan.
Omzet perhari anjlok hingga 80 persen.
Dalam hitungannya, pernah beberapa hari pengunjung tidak lebih dari 5 orang.
Kondisi cukup bertahan lama seiring Pembatasan Sosial Berskala Besar yang berlangsung hingga kini.
Meski begitu, Ipul tetap bertahan sembari terus menunjukan keberadaannya ditengah pandemi.
"Yang penting jangan absen di media sosial. Tunjukan terus keberadaan kita," cetusnya.
Alhasil, Karibo Coffee perlahan keluar dari tekanan pandemi. Pendapatnya mulai membaik meskipun tidak setinggi dulu.
"Cukup sulit sih dimasa pandemi. Harus survive, jadi kampanye terus di media sosial untuk menunjukan eksistensi," tandasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/pemilik-karibo-coffee-ipul-tengan-meracik-kopi-andalan-pesanan-pengunjung.jpg)