Breaking News:

75 Tahun Indonesia Merdeka, Desa di Seram Bagian Timur Maluku Belum Teraliri Listrik

75 tahun sudah usia kemerdekaan Indonesia, namun hingga kini sejumlah desa di kecamatan Werinama, Seram Bagian Timur, Maluku belum juga teraliri listr

Kontributor TribunAmbon.com, Fandy
Instalasi Listrik Berupa Tiang Penyangga Kabel yang Roboh di Jalan Lintas Menuju Batuasa, Hingga di Pemukiman Warga (Kontributor TribunAmbon.com, Fandy) 

Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Fandi

TRIBUNAMBON.COM - 75 tahun sudah usia kemerdekaan Indonesia, namun hingga kini sejumlah desa di kecamatan Werinama, Seram Bagian Timur, Maluku belum juga teraliri listrik.

Warga pun masih mengandalkan lampu minyak untuk penerangan.

Desa desa tersebut yakni, Batuasa, Tobo, Osong, Nusa Laut dan Thum yang hingga kini gelap gulita di malam hari.

"Sejak Indonesia merdeka hingga hari ini, kami warga belum juga menikmati fasilitas aliran listrik. Aktifitas kami lakukan tanpa listrik, malam hari pun gelap gulita hanya mengandalkan lampu minyak untuk penerangan," ungkap pejabat Desa Batuasa, Arifin Kelian, kepada TribunAmbon, Selasa siang (18/8/2020).

Lanjutnya, dua dari lima desa diantaranya yaitu desa Batuasa, Tobo telah terpasang tiang listrik serta meteran oleh petugas PLN setempat.

Namun, 10 tahun menanti, sejak 2010, listrik juga belum teraliri. Bahkan, fasilitas kelistrikan yang terpasang juga sudah rusak tidak terawat.

"Belasan tiang listrik juga sudah roboh, ratusan kabel listrik terjulur hingga ke tanah," ujarnya

Dia menyangkan kondisi tersebut, lantaran warga juga telah membayar sejumlah uang untuk pemasangan meteran listrik.

"Ada 98 kepala keluarga di Batuasa, dan sebagian besar sudah membayar untuk pemasangan meteran dengan harapan listrik bisa segera mengalir," keluhnya.

Dia pun menyebut PLN hanya mengumbar janji palsu lantaran telah beberapa kali menjajikan aliran listrik kepada warga, namun urung direaliasi hingga kini.

"Terakhir Pihak PLN setempat beralasan, belum adanya akses jalan tembus ke Batuasa, hingga lalu lalang kendaraan sudah ramai juga belum ditindaklanjuti," ujarnya

Akibat dari kondisi tersebut, warga akhirnya beraktifitas dalam keterbatasan penerangan. Mereka hanya mengandalkan lampu minyak untuk menerangi sudut rumah.

(*)

Editor: Maria Sorenada Garudea Prabawati
Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved