Breaking News:

PAD Triwulan ll Kota Ambon Turun 30 Persen karena Pandemi, Wali Kota: Kita Kehilangan Rp 33 Miliar

Wali Kota Ambon, Richard Louhanapessy menyatakan Pendapatan Asli Daerah (PAD) triwulan kedua Kota Ambon menurun hingga 30 persen selama pandemi.

Tim Komunikasi Publik Satgas Penanganan Covid-19
Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy, dalam dialog di Media Center Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jakarta, Sabtu (25/7/2020). 

Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Adjeng Hatalea

TRIBUNAMBON.COM - Wali Kota Ambon, Richard Louhanapessy menyatakan Pendapatan Asli Daerah (PAD) triwulan kedua Kota Ambon menurun hingga 30 persen selama pandemi covid-19,  Jumat (14/08/2020).

“Triwulan kedua tahun 2020, kita hanya mencapai 10 persen saja. Sementara kita kehilangan 30 persen,” Terang Louhanapessy kepada TribunAmbon.com di Ambon.

Dia menambahkan, sesuai dengan laporan yang ia terima dari Dinas Pajak dan Retribusi Kota Ambon menunjukan PAD Kota Ambon pada  triwulan kedua mengalami penurunan hingga 30 persen.

Di mana kehilangan hingga mencapai Rp 33 Miliar.

Hal ini disebabkan oleh banyaknya pemilik usaha di Ambon yang resmi menyatakan tutup untuk sementara selama pandemi covid-19.

“Hal ini tentu sangat memprihatinkan. Cukup banyak tempat usaha yang terpaksa ditutup untuk sementara akibat pandemi ini, sehingga hal ini cukup berpengaruh pada pendapatan daerah kita,” Jelas Louhanapessy.

Louhanapessy mengungkapkan, jika dibandingkan dengan situasi Kota Ambon sebelum pandemi covid-19, PAD mencapai Rp 160 Miliar.

Di tahun 2020 triwulan pertama, kata dia, sudah mengalami penurunan namun tidak signifikan.

“Sebelum masuk pandemi itu PAD  mencapai Rp 160 Miliar. Cuman karena pamdemi ini ya kita terima saja situasinya,” pungkas Louhanapessy.

Penurunan PAD ini sejalan dengan kebijakan Walikota Ambon mengeluarkan SK Walikota Nomor 217 Tahun 2020 tentang penundaan pembayaran pajak jenis pajak hotel, restoran, hiburan dan parkir untuk masa pajak triwulan kedua.

Dia berharap kondisi pandemi ini segera berlalu hingga Kota Ambon bisa kembali normal dan berpengaruh pada peningkatan PAD di triwulan berikutnya.

Sementara itu, status zonasi Kota Ambon telah kembali masuk zona merah. Dia memastikan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Transisi akan tetap dilanjutkan dan memasuki tahap III penerapannya.

(*)

Editor: Maria Sorenada Garudea Prabawati
Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved