Breaking News:

Anak dan Cucu Gugat Kakek 91 Tahun karena Warisan, Tergugat Hanya Bisa Terbaring

Hangga menjadi tergugat atas pembatalan akta hibah satu unit rumah yang selama ini ditinggalinya bersama anak bungsunya.

Freepik
Ilustrasi penjara 

TRIBUNAMBON.COM - Pertikaian yang terjadi antara anak, tiga cucu, dengan kakek mereka sendiri yang bernama Hangga Halim (91) terseret hingga Pengadilan Agama (PA) Siantar.

Hal yang menjadi perkara di antara mereka adalah soal tanah hibah yang diwariskan.

Dari sistem informasi yang dimuat PA Siantar, Hangga menjadi tergugat atas pembatalan akta hibah satu unit rumah yang selama ini ditinggalinya bersama anak bungsunya di Jalan Medan, Kecamatan Siantar Martoba, Kota Siantar.

Dalam surat gugatan terhadap Hangga, tercatat empat orang yang menjadi penggugatnya.

Yakni, seorang anak perempuannya bernama Hotmarina Damanik dan tiga orang cucunya, Fitri Herawati Pakpahan, Titin Romaito dan Muhammad Dedi Pakpahan.

Dari keterangan kuasa hukum Hangga, Chucha Ashari, anak dan cucunya berniat membatalkan Akta Hibah No. 279/K.S/1994 Tanggal 28 Desember 2019.

 

Mulanya, Hangga menghibahkan rumah dengan luas tanah 3.786 M² yang kini ia tempati bersama Muhanmad Ali Damanik, yang juga menjadi tergugat II.

Dalam surat gugatan itu, Hangga diduga melanggar Pasal 210 ayat (1) Kompilasi Hukum Islam (KHI) tentang hibah.

CHUCA Ashari bersama Ali Damanik menghadiri gugatan
CHUCA Ashari bersama Ali Damanik menghadiri gugatan yang dilayangkan anak dan cucu terhadap kakek sendiri di Pengadilan Agama Siantar, Senin (20/7/2020).

"Padahal tergugat I, kakek Hangga, telah membagi hibah kepada setiap anaknya," ujar Chucha, Senin (20/7/2020).

Ia mengatakan, penggugat menilai bahwa harta sebidang tanah dengan luas 3.786 milik kliennya yang diberikan kepada Muhammad Ali Damanik tidak tepat sasaran.

Halaman
123
Editor: sinatrya tyas puspita
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved