Takut Jalani Rapid Test, 24 Petugas KPU di Kota Siantar Mundur Dari Jabatannya

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Siantar menyebut ada 24 Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) yang mengundurkan diri.

Kontributor TribunAmbon.com/Adjeng
ILUSTRASI - RDT gratis tidak berlalu bagi pasien non-BPJS. Selama masa pandemi covid-19, rata-rata Rumah Sakit daerah maupun swasta di Maluku mewajibkan pasien rawat inap untuk melakukan rapid diagnostic test (RDT). 

TRIBUNAMBON.COM - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Siantar menyebut ada 24 Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) yang mengundurkan diri.

Mereka mundur lantaran takut mengikuti rapid test Covid-19 yang diselenggarakan KPU.

Menurut Komisioner KPU Siantar Divisi Sosialisasi dan SDM Nurbayah Siregar, rapid test ini wajib dilaksanakan semua petugas KPU di masa pandemi Covid-19.

Selama itu, ada 24 orang yang mengundurkan diri dengan alasan takut," kata Nurbayah, Selasa (14/7/2020).

Ia mengatakan, karena jumlah PPDP yang mundur terbilang cukup banyak, mereka kemudian mengambil langkah mencari pengganti PPDP dari usulan Petugas Pemungutan Suara (PPS) masing-masing.

"Selanjutnya, kami minta nama dari PPS untuk mencari pengganti PPDP dengan syarat mau dirapid dulu.

PPS mengajukan nama, kita periksa berkas. Baru kita tetapkan," ujarnya.

 Indonesia Produksi Alat Rapid Test, Harganya Rp 75 Ribu per Unit

Pada Pilkada serentak Desember 2020 mendatang, KPU Siantar membimbing 545 orang PPDP dengan honor per bulan, masing-masing menerima Rp 800 ribu.

Ketua KPU Siantar Daniel Sibarani mengatakan, berkaitan dengan rapid test ini, mereka berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (TGTPP) Covid-19 Siantar.

"Pelaksanaan rapid test ini kami lakukan di Rumkit TNI dengan izin Dinas Kesehatan Kota Siantar.

Selama pelaksanaan rapid test, kami pun turut melapor pada Tim Gugus Tugas," pungkas Daniel.(alj)

Artikel ini telah tayang di tribun-medan.com dengan judul Ada-ada Saja! Karena Takut Jalani Rapid Test, 24 Petugas KPU Mundur Dari Jabatannya, 

Editor: sinatrya tyas puspita
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved