Solo Zona Hitam Covid-19, Wali Kota: Bolehlah Dikatakan Zona Hitam, Biar Masyarakat Lebih Waspada

"Bolehlah dikatakan zona hitam biar masyarakat lebih waspada, biar lebih hati-hatilah," ujar Rudy, Senin(13/7/2020).

Theresia Felisiani
Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo. 

TRIBUNAMBON.COM - Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo menegaskan Kota Solo kini menjadi zona hitam covid-19.

Hal itu menyusul penambahan yang signifikan kasus pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Solo.

Penambahan tersebut terjadi sebanyak 18 orang.

"Bolehlah dikatakan zona hitam biar masyarakat lebih waspada, biar lebih hati-hatilah," ujar Rudy, Senin(13/7/2020).

"Itu karena namanya virus kita tidak bisa lihat," tambahnya.

Rudy mengatakan penambahan kasus yang terjadi tidak biasa lantaran langsung
meroket dua digit.

Menurutnya, itu tidak berlebihan meski regulasi mengatur suatu wilayah masuk zona hitam apabila 60 persen penduduknya terpapar Covid-19.

"Biar lebih waspada, lihat waktu penetapan KLB yang meninggal satu langsung kita

KLB-kan," kata Rudy.

"Ini ada tambahan 18, zona hitam tidak apa-apa, protokoler kesehatan lebih ketat, soal
menggunalan masker saja sampai saat ini masih sulit sekali dilakukan," tutupnya.

Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Solo, Ahyani
menyebut penambahan positif covid-19 disumbang dari klaster tenaga kesehatan
(nakes) RSUD dr Moewardi (RSDM).

Seperti diberitakan, 25 dokter yang tengah menempuh Program Pendidikan Dokter Spesialis (PDSS) Paru Universitas Sebelas Maret (UNS) di RSDM dinyatakan positif COVID-19 Minggu malam.

Editor: Fitriana Andriyani
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved