Breaking News:

Prestasi Tak Menjamin, Peraih 700 Piala Berulang Kali Gagal di PPDB DKI Jakarta Hanya karena Umur

Raih 700 piala, Arista yang berusia 15 tahun 8 bulan kalah saing dengan calon siswa yang berusia lebih tua.

Editor: Fitriana Andriyani
Tribun Jabar/Gani Kurniawan
Sejumlah orang tua murid berunjuk rasa terkait Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online Jawa Barat dan Kota Bandung di depan Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana, Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (30/6/2020). Dalam aksinya, mereka menuntut pihak Dinas Pendidikan Jawa Barat dan Kota Bandung untuk bersikap transparan dalam proses PPDB online dan sistem PPDB harus dibenahi agar tidak terjadi kekisruhan karena mereka telah menemukan adanya indikasi kecurangan dalam menentukan koordinat tempat tinggal di beberapa sekolah. 

Oleh sebab itu, mereka tersangkut faktor biaya apabila harus menyekolahkan Arista di sekolah swasta.

"Kesehariannya ya kami dibantu untuk memenuhi kebutuhan hidup. Karena itu, berat biayanya kalau sekolah swasta," ujar Siwi.

Ratusan orang tua murid yang menatasnamakan
Ratusan orang tua murid yang menatasnamakan "Paguyupan Orang Tua Murid Korban PPDB 2020" berdemo di Taman Pandang, depan Istana Negara, Jumat(3/7/2020). Massa membawa spanduk dan poster-poster berisi tuntutan seperti batalkan PPDB DKI, tolak sistem zonasi dan hapus parameter usia dalam jalur zonasi. (Warta Kota/Henry Lopulalan) (WARTAKOTA/Henry Lopulalan )

Jika Arista benar-benar tak diterima di sekolah negeri mana pun hingga akhir PPDB nanti, satu-satunya pilihan adalah menunggu PPDB tahun depan.

"Kalau enggak masuk sekolah negeri, paling nunggu setahun, karena anaknya enggak mau juga sekolah di swasta," ucap Siwi.

Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul "Siswi Berprestasi dengan 700 Piala Kini Hanya Tinggal Berharap Bangku Kosong di PPDB DKI Jakarta" 

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved