Bakteri Listeria

Kronologi Kementan RI Terima Laporan Kontaminasi Bakteri Listeria dan Musnahkan 8 Ton Jamur Enoki

Produk jamur enoki yang terkontaminasi bakteri berbahaya Listeria monocytogenes, jauh sebelumnya pemerintah telah mengambil langkah antisipatif.

healthcautions.com
Jamur Enoki 

TRIBUNAMBON.COM - Sebelum hebohnya pemberitaan produk jamur enoki yang terkontaminasi bakteri berbahaya Listeria monocytogenes, jauh sebelumnya pemerintah telah mengambil langkah antisipatif.

Pemerintah melalui Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan RI) telah menerima laporan terkait kasus tersebut sejak 15 April 2020 lalu.

Informasi tersebut berasal dari International Food Safety Authority Network (INFOSAN) yang merupakan jaringan otoritas keamanan pangan internasional di bawah FAO/WHO.

Berdasarkan siaran pers di website Kementan RI, Indonesia mendapatkan informasi tersebut melalui Indonesia Rapid Alert System for Food and Feed (INRASFF) bernomor IN.DS.2020.09.02 tanggal 15 April 2020.

Diketahui telah terjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) pada Bulan Maret-April 2020 di Amerika Serikat, Kanada, dan Australia akibat mengkonsumsi jamur enoki asal Korea Selatan yang tercemar bakteri Listeria monocytogenes.

Baca: Mengenal Wabah Listeria di Amerika Serikat dan Kandungan Nutrisi di Jamur Enoki

BKP selaku Competent Contact Point (CCP) INRASFF Kementerian Pertanian segera melakukan investigasi.

Pada tanggal 21 April 2020 dan 26 Mei 2020 petugas Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Pusat (OKKPP) melakukan sampling terhadap produk jamur enoki di Indonesia.

Dari hasil investigasi diketahui, 5 lot tidak memenuhi persyaratan karena terdeteksi mengandung bakteri Listeria monocytogenes dengan kisaran 1,0 x 104 hingga 7,2 x 104 colony/g (melewati ambang batas).

Kemudian kepala BKP mengeluarkan surat nomor B-259/KN.230/J/05/2020 bertanggal 18 Mei 2020 yang ditujukan kepada Direktur PT. Green Box Fresh Vegetables.

BKP meminta penarikan produk jamur enoki asal Korea Selatan itu untuk di tarik oleh importir tersebut.

Halaman
12
Editor: sinatrya tyas puspita
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved