Gelar Pesta Pernikahan, Satu per Satu Kerabat Kritis hingga Meninggal, Ternyata Positif COVID-19

Berdasarkan keterangan Pemkot Semarang, banyak di antara mereka yang rupanya terkonfirmasi positif Covid-19 usai dilakukan tracing.

Freepik
Ilustrasi Pesta Pernikahan 

TRIBUNAMBON.COM - Pandemi virus corona (Covid-19) mau tak mau mengubah kebiasaan manusia.

Semua tak lagi sama seperti saat virus tersebut belum melanda dunia, termasuk Indonesia.

Kini, protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah dan lembaga kesehatan dunia (WHO) wajib dipatuhi apabila tak ingin terjangkit virus mematikan tersebut.

Aturan itu di antaranya memakai masker, rajin cuci tangan, dan menerapkan jaga jarak aman.

Karena sejumlah peraturan itu, sejumlah orang menunda pernikahan mereka.

Jika pun ada acara pernikahan, maka harus menerapkan protokol kesehatan yang benar.

Namun sepertinya masih ada pihak yang tak mematuhi aturan tersebut. Sampai akhirnya terjadi malapetaka.

Di Kota Semarang, Jawa Tengah ini, warga nekat menggelar pesta pernikahan dengan melanggar ketentuan pembatasan kegiatan masyarakat (PKM).

Akibatnya, pesta pernikahan yang seharusnya menjadi kabar bahagia, malah menjadi berita duka.

Dilansir dari kompas.com pada Minggu (21/6/2020), pascapesta pernikahan tersebut, satu per satu kerabat sakit hingga meninggal dunia.

Halaman
123
Editor: Fitriana Andriyani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved