Prakiraan Cuaca

BMKG Pattimura Ambon Prediksi Puncak Musim Hujan di Maluku Terjadi Juli-Agustus

Wilayah Pulau Ambon dan sekitarnya terus diguyur hujan sejak sebulan terakhir, diperkirakan memasuki puncaknya pada Juli hingga Agustus

Kontributor TribunAmbon.com/Fandy
Hujan deras mengguyur Jembatan Merah Putih Kota Ambon 

Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Fandy

TRIBUNAMBON.COM - Wilayah Pulau Ambon dan sekitarnya terus diguyur hujan sejak sebulan terakhir.

Diperkirakan cuaca demikian akan memasuki puncaknya pada Juli hingga Agustus.

"Berdasarkan buletin klimatologis, Juli hingga agustus itu cukup intens," ungkap Prakirawan Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika Pattimura Ambon, Rion Salman kepada TribunAmbon.com, Kamis (11/6/2020) siang.

Pemkot Ambon Akui Belum Terima SK Resmi Persetujuan PSBB dari Pusat

Lanjutnya, selain wilayah Pulau Ambon, hujan juga berpeluang cukup tinggi di wilayah Maluku Tengah, Seram Bagian Timur, Seram Bagian Barat serta Kabupaten Buru Selatan.

"Sementara musim kemarau terjadi di sebagian besar wilayah Kepulauan Key, Tanimbar serta Maluku Barat Daya," katanya.

Seorang Prakirawan Cuaca Tengah Menunjukan Kondisi Pergerakan Awan di Wilayah Maluku
Seorang Prakirawan Cuaca Tengah Menunjukan Kondisi Pergerakan Awan di Wilayah Maluku (Kontributor TribunAmbon.com/Fandy)

Menurutnya, terjadinya peningkatan intensitas hujan dipengaruhi oleh tingginya angin dari arah timur hingga tenggara yang menyebabkan peningkatan pembentukan awan hujan.

Kondisi itu pula secara langsung mempengaruhi tinggi gelombang yang berkisar 1,5 meter sampai 4 meter untuk sejumlah perairan.

VIRAL Kereta Emas Belanda Bergambar Perbudakan di Indonesia, Ini Kisah dan Sejarah di Baliknya

"Perairan Pulau Ambon berada dikategori sedang, yakni 1,5  meter - 2,5 meter, sedangkan Perairan Banda, Arafura, Seram dan Buru Selatan bisa mencapi 4 meter," tuturnya.

Kapan Akhir Musim Hujan?

Musim penghujan diperkirakan baru berakhir pada pertengahan September hingga awal Oktober.

Namun, bisa juga berpeluang terjadi lebih lama akibat fenomena Lanina.

"Jika terjadi fenomena Lanina, maka musim penghujan bisa lebih panjang," ungkapnya.

Untuk itu, dia mengimbau kepada warga, khususnya nelayan tradisional untuk lebih waspada bila akan melaut. (*)

Editor: Facundo Chrysnha Pradipha
Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved