Rabu, 3 Juni 2026

51 Pedagang di Jakarta Positif COVID-19, Tersebar di 6 Pasar Ini

"Data pedagang pasar terdampak COVID-19 di Jakarta 51 orang," kata Reynaldi Sarijowan, Ketua Bidang Infokom DPP IKAPPI saat dikonfirmasi.

Tayang:
Editor: Fitriana Andriyani
Kontributor TribunAmbon.com/Fandy
ILUSTRASI Pasar 

TRIBUNAMBON.COM - Sudah ada 51 pedagang di enam pasar tradisional wilayah DKI Jakarta terkonfirmasi positif COVID-19.

Data itu tercatat oleh Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) per Kamis (11/6/2020) pukul 10.00 WIB. 

"Data pedagang pasar terdampak COVID-19 di Jakarta 51 orang," kata Reynaldi Sarijowan, Ketua Bidang Infokom DPP IKAPPI saat dikonfirmasi, Kamis (11/6/2020). 

Sebanyak 51 pedagang pasar yang positif ini diketahui berdasarkan hasil dari pemeriksaan swab.

Sebelumnya mereka menjalani rapid test dan dinyatakan reaktif COVID-19.

Berikut rinciannya berdasarkan data IKAPPI: 

1. Pasar Perumnas Klender: 20 pedagang 

2. Pasar Mester Jatinegara: 1 pedagang 

3. Pasar Serdang Kemayoran: 9 pedagang 

4. Pasar Kedip, Kebayoran Lama: 2 pedagang 

5. Pasar Rawa Kerbau, Cempaka Putih: 14 pedagang 

6. Pasar Induk Kramat Jati: 5 pedagang 

Adapun, berdasarkan data pada Rabu (10/6/2020), sebanyak 439 pedagang di 89 pasar di berbagai daerah positif corona.

"Kami telah melakukan kerja sama dengan pemerintah daerah di beberapa provinsi, dan beberapa daerah telah menjalani rapid test atau swab di pasar," tambahnya.

Pengelola pasar sebelumnya diingatkan untuk mengawasi penerapan protokol kesehatan di lingkungan pasar.

Seperti disampaikan Wali Kota Jakarta Timur M Anwar.

Ia meminta seluruh pengelola pasar di Jakarta Timur agar selalu memperketat aturan protokol kesehatan penanganan COVID-19.

Anwar mengingatkan kepada para kepala pasar agar tidak melonggarkan protokol kesehatan meskipu DKI Jakarta telah memasuki masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi.

Anwar menegaskan bahwa kepala pasar harus mematuhi protokol kesehatan penanaganan COVID-19, seperti menyediakan tempat cuci tangan, hand sanitizer, masker, dan lainnya.

Sebab, pasar dinilai menjadi tempat yang memiliki potensi penyebaran COVID-19

Adapun Direktur Teknik Perumda Pasar Jaya Dono Pratomo mengatakan, penutupan pasar yang berada di bawah naungan Perumda Pasar Jaya merupakan wewenang dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta

Kekhawatiran muncul klaster baru

Di tengah masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi, bermunculan sejumlah kasus baru positif Covid-19 dari kalangan pedagang di pasar wilayah DKI Jakarta.

Seperti di Pasar Serdang, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat.

Pada Selasa (9/6/2020) kemarin, sembilan pedagang terkonfirmasi positif Covid-19.

Hal ini diketahui setelah dilakukan serangkaian pemeriksaan masif mulai dari rapid test hingga swab test terhadap para pedagang.

Kepala Puskesmas Kecamatan Kemayoran Buana menjelaskan, sembilan pedagang itu sebelumnya reaktif Covid-19 saat tes cepat dan berlanjut menjalani uji swab.

"Kemarin itu kan belum ada hasilnya, yang sembilan orang itu positif hasil swabnya. Pagi ini keluar hasilnya," ujarnya ketika dikonfirmasi wartawan, Selasa.

Pada Senin (8/6/2020), juga ditemukan pedagang yang positif Covid-19 di Pasar Rawa Kerbau, Kecamatan Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

Kepala Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih Dicky Alsadik mengatakan, dari hasil uji swab massal yang digelar pekan lalu, ada dua orang pedagang dinyatakan terpapar virus Corona jenis baru (SARS-CoV-2).

"Hasilnya sudah keluar, dua orang dinyatakan positif Covid-19 berdasarkan swab test," ujar Dicky ketika dikonfirmasi wartawan, Senin lalu.

Sebelumnya, sebanyak 20 pedagang Pasar Perumnas Klender, Jakarta Timur dinyatakan positif Covid-19 berdasarkan hasil swab test.

Mereka kemudian dirawat di Rumah Sakit Duren Sawit.

Munculnya pedagang yang positif di sejumlah pasar ini dikhawatirkan membentuk klaster baru pasien Covid-19.

Selain itu, penularan di area pasar yang menjadi tempat berkumpul warga bisa berpotensi menyebabkan lonjakan kasus pada PSBB transisi.

Tes Covid-19 di pasar diperbanyak

Pascatemuan pedagang yang positif Covid-19, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat berencana memperbanyak pemeriksaan di pasar-pasar yang berada di wilayahnya.

Wali kota Jakarta Pusat Bayu Meghantara menjelaskan, rencananya pemeriksaan seperti rapid test hingga swab test massal di area pasar akan dilakukan secara berkala.

Menurut dia, langkah ini perlu dilakukan agar penyebaran SARS-CoV-2 bisa dikendalikan dan tidak terjadi lonjakan kasus Covid-19.

Pemeriksaan terkait Covid-19, lanjut Bayu, sebetulnya sudah mulai dilakukan di sejumlah pasar di Jakarta Pusat.

Namun, kedepannya akan terus dilaksanakan dengan menyasar pasar di lokasi lain.

“Di Pasar Sabeni, Pasar Thamrin (sudah) kami lakukan, Kemudian juga kemarin di pasar Serdang kami lakukan juga. Kemudian beberapa pasar, kita akan laksanakan juga di pasar Nangka, Kemayoran,” kata Bayu Senin sore.

Bayu berpandangan, pasar menjadi salah satu lokasi yang perlu mendapat perhatian khusus pada masa pandemi Covid-19.

Sebab, pasar menjadi salah satu titik berkumpulnya masyarakat dan berpotensi terjadi penularan.

"Covid-19 ini (menyebar) karena perkumpulan sebenarnya. Tempat-tempat yang kumpul banyak itu kan perlu menjadi perhatian kita, termasuk pasar.

Pasar kan menjadi tempatnya berkumpul juga, makanya kita beri perhatian disana,” ujar Bayu, Senin sore.

Tak ada penutupan

Meskipun ditemukan adanya pedagang yang dinyatakan positif Covid-19, pengelola pasar tidak langsung melakukan penutupan sementara untuk mencegah penularan.

Direktur Teknik Perumda Pasar Jaya Dono Pratomo mengatakan, penutupan pasar yang berada di bawah naungan Perumda Pasar Jaya merupakan wewenang dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

"Kalau kami pada prinsipnya mengikuti arahan Gubernur. Karena pada prinsipnya penutup pasar itu adalah kendali dari Pak Gubernur," ujarnya Dono ketika diwawancarai, Selasa (9/6/2020).

Menurut Dono, pihaknya tidak bisa melakukan penutupan secara tiba-tiba, tanpa adanya arahan atau instruksi dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Meski tidak dilakukan penutupan, dia mengklaim bahwa PD Pasar Jaya sudah mengikuti aturan dan menerapkan protokol kesehatan untuk mengantisipasi terjadinya penularan Covid-19, khususnya di area pasar.

Untuk pedagang yang sudah dinyatakan positif Covid-19, kata Dono, tentunya harus menjalani perawatan atau isolasi mandiri seusai arahan petugas kesehatan.

Pihaknya juga secara tegas menyatakan bahwa pedagang yang dinyatakan terpapar virus corona jenis baru (SARS-CoV-2) tidak akan diizinkan berdagang di pasar.

"Jika memang sudah dinyatakan positif Covid-19 tentu harus diisolasi. Sehingga, mohon maaf, mereka (sementara) tidak bisa lagi datang ke pasar," ungkapnya.

Selain itu, lanjut Dono, pedagang maupun pengunjung juga diimbau agar menahan diri untuk tidak datang ke pasar apabila merasa kurang sehat.

"Jika memang ada gejala tolong jangan datang ke pasar. Karena kalau datang ke pasar bisa seluruh pasar itu terkena wabah," tuturnya.

Di sisi lain, Dono juga terus mengingatkan pedagang dan pengunjung untuk mematuhi protokol kesehatan.

Mulai dari penggunaan masker hingga tetap menjaga jarak fisik atau physical distancing ketika berada di area pasar.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul  51 Pedagang di 6 Pasar Jakarta Positif COVID-19, Berikut Daftarnya, dan "Sejumlah Pedagang Pasar di Jakarta Positif Covid-19, Kekhawatiran Muncul Klaster Baru". 

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved