Ibadah Haji 2020 Batal, 1.098 Calon Jemaah Haji di Maluku Kena Imbas

Sebanyak 1.098 calon jemaah haji di Maluku yang telah melakukan pelunasan pada tahap pertama, dan 984 jemaah haji di tahap kedua.

Tribunnews/Muhammad Husain Sanusi/MCH2019
Masjidil Haram pada Selasa (16/7/2019) mulai dipadati jemaah haji dari berbagai negara. Pelaksanaan puncak haji 9 Dzulhijjah Wukuf di Arafah tahun ini jatuh pada 10 Agustus 2019. 

Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Adjeng Hatalea

TRIBUNAMBON.COM - Pelaksana tugas (Plt) Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Maluku, Jamaludin Bugis melaporkan pembatalan keberangkatan musim haji 2020 kepada Gubernur Provinsi Maluku, Murad Ismail selaku Koordinaor peneylenggara haji di tingkat provinsi.

“Keputusan yang disampaikan oleh Dirjen penyelenggaraan haji Kemenag RI kemarin itu merupakan keputusan final,” kata Jamaludin dalam keterangan pers yang disampaikannya di Gedung Kantor Gubernur Provinsi Maluku, Rabu (3/6/2020).

Keputusan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Kemenag RI Nomor 494 tentang pembatalan keberangkatan musim haji 2020.

Menurut Jamaludin, sikap yang diambil Pemerintah Indonesia ini sesuai dengan kebijakan Pemerintah Arab Saudi terkait pandemi covid-19 yang sedang merebak saat ini.

Wali Kota Ambon: Pedagang Pasar Mardika Tidak Akan Dipungut Biaya saat Relokasi

Jumlah Penumpang Angkutan Kota Dibatasi karena Pandemi, Pemkot Ambon Kaji Ulang Retribusi

Pasar Mardika Ambon Resmi Jadi Kawasan Tertib Protokol Kesehatan, Masuk Pasar Tak Bisa Sembarangan

Dia menambahkan, sebanyak 1.098 calon jemaah haji di Maluku yang telah melakukan pelunasan pada tahap pertama, dan 984 jemaah haji di tahap kedua.

Otomatis, calon jemaah haji 1141 Hijriah atau tahun 2020 Masehi ini ditunda keberangkatannya pada 2021 mendatang.

Selanjutnya kuota keberangkatan ini akan ditambahkan sesuai dengan kebijakan Pemerintah Daerah.  

Lalu dia menjelaskan bahwa mekanisme penundaan keberangkatan ibadah Haji 2020 tengah dirumuskan.

Soal Uang Pelunasan

Menurutnya, calon jemaah haji yang ditunda keberangkatannya boleh menarik kembali biaya haji yang sudah dilunasi atau tetap menyimpannya di rekening kementrian.

“Dalam beberapa hari ke depan juknis (petunjuk teknis, Red) penarikan uang pelunasan tahap pertama dan kedua bila mana calon jemaah haji berencana untuk mengambil uang itu, namun jika mereka ingin menyimpan di rekening kementrian maka tabungan itu akan kembali untuk manfaat calon jamah haji,” terang Jamaludin.

Pihaknya juga akan tetap melakukan langkah-langkah persuasif agar keputusan ini bisa diterima oleh semua pihak terutama para calon jemaah haji di Maluku.

Said Aqil Sebut Pemerintah Buru-buru Batalkan Haji di 2020: Kok Nggak Semakin Pinter Gitu Loh

Kisah Calon Jamaah Haji Gagal Berangkat Setelah Menunggu 7 Tahun, Ali Ngabalin Menangis Mendengarnya

“Panggilan jamah haji ini panggilan Allah, keputusan ini tidak terlepas dari takdir Allah SWT Tuhan Yang Maha Kuasa," katanya.

"Semoga tidak boleh ada yang menjustifikasi bahwa ini adalah kelalaian dari Pemerintah indonesia,” pungkasnya. (*)

Editor: Facundo Chrysnha Pradipha
Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved