Breaking News:

VIRAL Video Bocah Aniaya Teman Diduga Direkam Orang Tuanya, Tak Ada yang Berusaha Melerai

Dalam video tersebut, dinarasikan perekam perkelahian anak merupakan orang tua dari salah satu anak yang berkelahi.

Facabook infocegatansolo
Dalam video tersebut, dinarasikan perekam perkelahian anak merupakan orang tua dari salah satu anak yang berkelahi. 

Selain itu, untuk menanganinya, Adib juga menyarankan agar anak yang melakukan kekerasan itu diajarkan menggunakan keberaniannya untuk membela yang benar.

Sementara itu, kedua anak tersebut, baik pelaku maupun korban sebaiknya diberikan contoh untuk tidak berkelahi.

Menurut Adib, keduanya perlu diberi permainan yang edukatif, seperti petak umpet, bermain bola, bermain kejar-kejaran, dan permainan lainnya.

Adib mengatakan, mereka juga perlu diajarkan keterampilan sosial seperti tolong-menolong, berbagi, saling memaafkan, dan mudah mengucapkan terima kasih.

Perekam Video Dianggap Sebagai Pelaku Kekerasan

Menurut Adib, kejadian dalam video tersebut menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia masih menganggap kekerasan sebagai hal yang wajar.

Terlebih, menurut informasi yang beredar, video itu direkam oleh ayah bocah yang memukuli temannya.

Adib pun menyayangkan tindakan terduga ayah pelaku itu yang justru tidak menjalankan perannya dalam mengajarkan anak untuk tidak melakukan kesalahan.

Psikolog Keluarga Adib Setiawan, S.Psi., M.Psi. dari Yayasan Praktek Psikolog Indonesia (YPPI) (www.praktekpsikolog.com) yang beralamat di Bintaro, Jakarta Selatan.
Psikolog Keluarga Adib Setiawan, S.Psi., M.Psi. dari Yayasan Praktek Psikolog Indonesia (YPPI) (www.praktekpsikolog.com) yang beralamat di Bintaro, Jakarta Selatan. (Istimewa/Adib Setiawan)

"Ini menunjukkan bahwa masyarakat kita, memang masih banyak terjadi kekerasan, jadi kekerasan itu seolah-olah kok menjadi sesuatu yang bukan suatu kesalahan," kata Adib saat dihubungi Tribunnews.com melalui sambungan telepon, Rabu.

"Apalagi dia bukannya mengajarkan anak supaya tidak melakukan kesalahan, ini malah membiarkan seorang anak melakukan kekerasan terhadap anak lain."

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved