Virus Corona

Gubernur Koster Klaim Bali Bisa Jadi Daerah Pertama Bebas Corona meski Tanpa PSBB, Ini Strateginya

Wayan Koster mengklaim mampu menekan laju penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) meski tanpa PSBB dengan strategi ini

Tribun Bali
I Wayan Koster 

TRIBUNAMBON.COM - Gubernur Bali Wayan Koster mengklaim pihaknya mampu menekan laju penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) meski tanpa pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Koster menjelaskan, salah satu cara yang dilakukan untuk menekan penyebaran adalah menerapkan arahan Presiden Joko Widodo ditambah sejumlah kebijakan lokal.

Fokus penanganan COVID-19 di Bali adalah dengan menahan laju pertambahan pasien positif.

stop corona
stop corona (freepik)

Dalam Rapat Terbatas (Ratas) Evaluasi Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dengan Presiden Joko Widodo, Koster mengatakan bahwa pihaknya menjadikan desa adat sebagai pilar utama.

Untuk mendisiplinkan masyarakat, Pemprov Bali menjadikan desa adat sebagai pilar utama.

Update Kasus Corona di Maluku: Total Positif 50 Orang, Gugus Tugas: Warga Masih Pandang Remeh!

11 Agen Keamanan Donald Trump Disebut Positif Corona, Asisten sang Putri Ivanka Trump Bernasib Sama

Begitu muncul kasus pertama di Bali, pihaknya langsung mengeluarkan keputusan bersama Majelis Desa Adat dan Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI) untuk membentuk satgas berbasis desa adat.

"Desa adat kami jadikan pilar utama untuk mendisiplinkan masyarakat, melalui hukum adat, agar masyarakat tertib dan disiplin dan untuk mengendalikan pergerakan masyarakat,” kata Koster, dikutip dariKompas.com, Selasa (12/5/2020).

Jalan Bypass Dharma Giri, Buruan, Gianyar. (Tribun Bali/I Nyoman Mahayasa)
Jalan Bypass Dharma Giri, Buruan, Gianyar. (Tribun Bali/I Nyoman Mahayasa) (Tribun Bali/I Nyoman Mahayasa)

Mereka, kata Koster, bekerja siang malam dengan membentuk posko gotong royong di semua desa adat.

Hal ini dilakukan untuk mengendalikan keluar-masuknya masyarakat di lingkungan desa adat masing-masing.

Koster menjelaskan, saat ini ada dua kegiatan utama penanganan COVID-19 yang dilakukan di desa adat, yakni secara niskala dan sekala.

Halaman
1234
Editor: Fitriana Andriyani
Sumber: TribunnewsWiki
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved