Menaker Tak Berdaya Hambat Rencana Kedatangan 500 TKA China, Anwar Abbas: Sangat Menyedihkan

"Sikap ini tentu jelas-jelas sangat menyedihkan dan memilukan hati kita sebagai anak bangsa yang cinta kepada negeri dan tanah airnya," kata Anwar.

(KOMPAS.COM/HADI MAULANA)
Sebanyak 29 Tenaga Kerja Asing (TKA) dari PT. Bintan Alumina Indonesia (BAI) yang sempat tertunda pemulanganya, akhirnya hari ini, Jumat (3/4/2020) dipulangkan ke negara asalnya di China.(KOMPAS.COM/HADI MAULANA) 

TRIBUNAMBON.COM, JAKARTA -  Ketua PP Muhammadiyah Anwar Abbas menyoroti soal rencana kedatangan 500 tenaga kerja asing asal China ke Sulawesi Tenggara, padahal di satu sisi Indonesia masih berjuang melawan pandemi corona (COVID-19).

"Mereka (rakyat) tidak mau tertular oleh virus yang ada dengan kehadiran para TKA tersebut,

Lalu kok ada seorang menteri yang memang bertanggung jawab terhadap masalah ketenagakerjaan dan untuk terciptanya sebesar-besar kemakmuran dan kebaikan bagi rakyatnya.

Polemik 500 TKA China Diizinkan Masuk Indonesia, Pengusaha Sebut Pemerintah Indonesia Tak Konsisten

Pemerintah RI Izinkan 500 TKA Masuk ke Sultra, DPRD: Ini Aneh, Tenaga Kerja Lokal Dirumahkan

Menyatakan tidak berdaya menghambat masuknya 500 orang tenaga kerja asing dari China tersebut?" ujar Anwar dalam siaran persnya kepada Tribunnews.com, Senin (4/5/2020).

Anwar yang membidangi ekonomi di PP Muhammadiyah menduga bahwa Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah tengah dalam situasi yang sangat berat dan tidak mudah karena dia terjepit antara dua permintaan, yaitu permintaan dari rakyat dan permintaan dari 'tuanku'.

"Sikap ini tentu jelas-jelas sangat menyedihkan dan memilukan hati kita sebagai anak bangsa yang cinta kepada negeri dan tanah airnya," lanjut Anwar.

Lebih lanjut, Anwar menjelaskan maksud  permintaan rakyat dan permintaan tuanku. 

Kedua permintaan itu disebutnya sebagai daulat yakni daulat rakyat dan daulat tuanku.

"Daulat tuanku artinya yang berdaulat atau yang berkuasa dan yang menentukan aadalah yang lebih tinggi dari rakyat dan atau bangsa itu sendiri, karena dialah yang menentukan hitam putihnya perjalanan dari  rakyat dan bangsa tersebut, sementara rakyat hanya  ikut saja alias harus tunduk dan patuh kepada mereka," ujarnya.

Sementara daulat rakyat, dikatakan Anwar, rakyatlah yang menentukan.

Halaman
12
Editor: Fitriana Andriyani
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved