Hukum Membersihkan Kotoran di Telinga dan Hidung, Membatalkan Puasa?

Rupanya membersihkan kotoran hidung dan telinga saat puasa Ramadhan memiliki penjelasannya tersendiri.

Arnold Palmer Hospital
Ilustrasi membersihkan telinga menggunakan cotton bud. 

TRIBUNAMBON.COM - Rupanya membersihkan kotoran hidung dan telinga saat puasa Ramadhan memiliki penjelasannya tersendiri.

Di mana diketahui membersihkan kedua anggota tubuh tersebut dapat berpengaruh terhadap puasa.

Dilansir dari Wartakotalive, berikut penjelasan dari Ustaz Abdul Latif, Kepala Asrama Rumah Tahfidz At-Tanzil Bojonggede, Kabupaten Bogor.

"Untuk membersihkan kotoran di hidung atau pun di telinga, itu hukumnya makruh," kata Ustaz Abdul Latif.

Arti makruh,  dilarang tapi tidak ada konsekuensinya jika melakukannya atau perbuatan yang sebaiknya tidak dilakukan.

"Sebaiknya, membersihkan bagian-bagian tubuh yang sensitif dilakukan setelah berbuka," ujarnya lagi.

Menurut Abdul Latif, hal lain yang dapat membatalkan puasa seseorang adalah ketika orang tersebut secara sadar memasukan sesuatu ke dalam organ tubuh.

"Salah satu yang dimaksud membatalkan puasa itu adalah memasukan sesuatu ke tenggorokan. Itu jelas membuat puasa yang dijalankan seseorang menjadi batal," katanya.

Dia  berpesan,  setiap orang agar lebih dapat menahan diri terkait melakukan hal-hal yang sensitif dan berisiko membatalkan puasa.

"Jadi hukumnya tidak membatalkan puasa, jadi kita dituntut untuk lebih berhati-hati dan kita menjaga, dihindari untuk membersihkan organ tubuh yang sensitif, itu lebih baik," ucap Ustaz Abdul Latif.

 (Wartakotalive/Yudistira Wanne)

Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul Bolehkah Membersikan Kotoran di Hidung dan Telinga saat Puasa? Ini Penjelasan Ustaz Abdul Latif

Editor: Maria Sorenada Garudea Prabawati
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved