Breaking News:

Virus Corona di Ambon

Nasib 400 Buruh Bagasi di Ambon Kehilangan Penghasilan, Batal 'Panen' Mudik Lebaran

Kini tidak ada lagi mudik sesuai arahan pemerintah, lantas dengan kondisi demikian akan sulit bagi para buruh menjalani hari terlebih selama Ramadan

Kontributor TribunAmbon.com/Fandy
Seorang buruh tampak duduk menunggu giliran mengangkut barang dari kapal di Pelabuhan Yos Sudarso Ambon 

Meski telah mengetahui aturan larangan muat penumpang oleh Kementerian Perhubungan per-24 April lalu, Ramli tetap mencoba peruntungannya.

Dia jauh lebih awal tiba sebelum kapal berkapasitas 2.000 seat itu bersandar.

Sayang, menjadi yang pertama kali menunggu tidak lantas membuat tenaganya langsung dipakai untuk memindahkan logistik dari dalam konteiner.

“Ini, tunggu saja. Kalau mereka butuh ya Alhamdulilah, baru kerja,” cetus Ramli.

Belum Terima Sembako, Warga Mengadu ke Sekretaris Ambon

Tanpa Lebaran, Buruh Tak Panen

KM Dempo singgah di Pelabuhan Yos Sudarso Ambon
KM Dempo singgah di Pelabuhan Yos Sudarso Ambon (Kontributor TribunAmbon.com/Fandy)

Ramli mengakui, tidak ada pilihan lain untuk tetap datang ke pelabuhan lantaran tidak ada pekerjaan lain.

Menjadi buruh bagasi sendiri telah dia lakoni sejak 1986, saat masih mampu mengangkat beban di atas berat tubuhnya.

“Waktu masih muda sudah hidup di Pelabuhan, jadi mau cari kerja apa lagi. Biar  saja disini,” cetusnya.

Senada dengan itu, Alwi Abu, tampak mengeluhkan kondisi mereka yang kini terdampak upaya antisipasi penyebaran virus corona.

BREAKING NEWS: Kota Ambon Berstatus Zona Merah Covid-19, Pemda Segera Usulkan PSBB

Apalagi, saat ini sudah masuk musim mudik, yang sama arti masa panen bagi para buruh bagasi.

Halaman
123
Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved