Fadli Zon Kritisi Kebijakan Pemerintahan Jokowi yang Belum Turunkan Harga BBM: Pertama Dalam Sejarah

Hingga saat ini harga Bahan Bakar Minyak (BBM) tampak masih belum ada penurunan kendati berbagai desakan pun terus muncul.

Kompas / Tangkap Layar twitter Fadli Zon.
Fadli Zon tanggapi langkah Pemerintah Indonesia yang belum menurunkan harga BBM. 

Pihaknya menjelaskan setiap bulan mengikuti formula yang ditetapkan Kementerian ESDM, lantaran hal tersebut berdasarkan regulasi.

"Hari ini memang belum penurunan, namun secara korporasi kami berikan diskon."

"Kami melakukan langkah yang secara korporasi boleh dilakukan," ujar Nicke dalam RDP Virtual dengan Komisi VI DPR RI, Kamis (16/4).

ILUSTRASI : Teknisi memeriksa tabung bahan bakar gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG) yang dipasang pada truk tangki pada pengenalan konversi bahan bakar gas untuk transportasi industri di kompleks perkantoran Pertamina di Jakarta, Rabu (10/12/2014). Truk berbahan bakar LNG sudah diuji coba untuk angkutan pertambangan dengan hasil lebih ekonomis dibandingkan bahan bakar minyak dan lebih ramah lingkungan.
ILUSTRASI : Teknisi memeriksa tabung bahan bakar gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG) yang dipasang pada truk tangki pada pengenalan konversi bahan bakar gas untuk transportasi industri di kompleks perkantoran Pertamina di Jakarta, Rabu (10/12/2014). Truk berbahan bakar LNG sudah diuji coba untuk angkutan pertambangan dengan hasil lebih ekonomis dibandingkan bahan bakar minyak dan lebih ramah lingkungan. (KOMPAS/IWAN SETIYAWAN)

Untuk itu, pihaknya hanya bisa melakukan sejumlah upaya seperti pemberian diskon harga BBM.

Hal ini disampaikan Nicke pasca Anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra Andre Rosiade mempertanyakan alasan Pertamina belum mau menurunkan harga BBM tersebut.

"Kan hanya 3 bulan, masa Pertamina nggak mau rugi sedikit? Kalau kurang tinggal minta sama pemerintah, karena semua rakyat sekarang berteriak," ujar Andre.  

Selain itu, Mantan Wakil Menteri ESDM Rudi Rubiandini pada pekan lalu sempat mengeluarkan hitung-hitungan soal penyesuaian harga BBM yang harus dilakukan menyusul turunnya indikator pembentuk harga.

"Apalagi sekarang sudah harusnya turun sejak sebulan lalu, sehingga kewajiban menurunkan harga BBM sudah sangat mendesak,” ujar Rudi dalam keterangan resminya pekan lalu.

Jelang Ramadan 2020, Aparat Gabungan di Ambon Bersihkan Masjid

Ramadan 2020, Alfamart dan Indomaret Hadirkan Banyak Promo serta Diskon, Ada Beli Dua Gratis Satu

BREAKING NEWS: Jumlah Pasien Positif Corona 7.418 Orang Per 22 April 2020, 635 Meninggal, 913 Sembuh

Rudi mengungkapkan, penyesuaian harga BBM jangan sampai mengeksploitasi masyarakat dengan harga yang tinggi serta jangan pula membebani pemerintah lewat subsidi dengan harga yang terlalu rendah.

Berdasarkan perhitungan yang ada, Rudi mengungkapkan Pertamina dapat menerapkan harga baru pada rentang Rp 5.500 hingga RP 6.000 per liter.

Halaman
123
Penulis: Garudea Prabawati
Editor: Fitriana Andriyani
Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved