Virus Corona di Ambon

Melawan Corona: Sebuah Potret Perjuangan Tanpa Batas Tenaga Medis Puskesmas di Ambon

Pagi itu, sekitar pukul 09.00 WIT ketika matahari belum begitu terik, terlihat antrean berjarak para warga di depan pintu masuk Puskesmas di Ambon.

(Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Adjeng)
Pelayanan yang dilakukan oleh paramedis di Puskesmas Tawiri terhadap pasien yang datang dengan berbagai keluhan. 

Bergegas ke ruang dokter, di sana Tribunambon.com bertemu langsung dengan Pimpinan Puskesmas sekaligus dokter umum, dr. Hasni. Arusad, Mars.

Pelayanan yang dilakukan oleh paramedis di Puskesmas Tawiri terhadap pasien yang datang dengan berbagai keluhan.
Pelayanan yang dilakukan oleh paramedis di Puskesmas Tawiri terhadap pasien yang datang dengan berbagai keluhan. (Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Adjeng)

Perempuan berusia 43 tahun itu sudah siap dengan APD level satu, yang terdiri dari seragam kerja, sepatu boots, sarung tangan medis, pelindung mata, dan masker bedah.

Dia bercerita, begitu tiba di Puskesmas dia harus mencuci tangan terlebih dahulu kemudian segera mengganti pakaian yang ia kenakan dari rumah dengan APD level satu.

Dia menjelaskan penggunaan APD level satu itu karena kondisi saat ini sudah terjadi transmisi lokal penyebaran covid-19 di Maluku.

"Siapa yang tahu, pasien yang kami tangani bisa saja mereka yang terpapar covid-19," Tutur dr. Hasni.

Sebagai pintu awal masuknya pasien covid-19 sebelum akhirnya dirujuk ke rumah sakit rujukan di Kota Ambon, dr. Husni mengaku dirinya ingin melindungi semua petugas medis di Puskesmas pimpinannya.

Namun, APD yang terbatas, membuatnya harus merubah sedikit tampilan di dalam gedung Puskesmas.

Mulai dari loket registrasi dan pembayaran di bagian pintu masuk, loket pengambilan obat, layanan umum, hingga memperbanyak pojok cuci tangan dan melakukan penyemprotan cairan disinfektan sebanyak dua kali dalam sehari.

Para medis juga diperbolehkan membuat APD secara mandiri seperti pelindung mata.

Menurut dokter yang merangkap funsional dan struktural ini, di daerah zona merah di Indonesia seperti Jakarta dan Surabaya, para medis di Puskesmas telah menggunakan APD level dua.

Halaman
1234
Editor: Maria Sorenada Garudea Prabawati
Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved