Virus Corona di Ambon
PSBB Ambon Cegah Corona, Operasi Ketat Digelar di Kawasan Perbatasan Passo
Mereka harus melakukan beberapa pemeriksaan standar dari tim gabungan yang bertugas memantau jalur perbatasan tersebut.
Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Adjeng Hatalea
TRIBUNAMBON.COM - Pengendara roda dua dan roda empat tidak diloloskan begitu saja ketika melintasi kawasan perbatasan Passo, Maluku Tengah.
Mereka harus melakukan beberapa pemeriksaan standar dari tim gabungan yang bertugas memantau jalur perbatasan tersebut.
Seperti pengecekan suhu tubuh, penggunaan masker ketika berkendara dan penyemprotan cairan disinfektan pada badan kendaraan mereka .
• Diseruduk Dum Truk, Karno Tewas di jalan Jenderal Soedirman Ambon
Hal ini dilakukan guna memutus mata rantai penyebaran Corona Virus Disease atau Covid-19 di Ambon.
Tidak hanya pemeriksaan standar di atas, petugas gabungan yang terdiri dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Maluku bekerja sama dengan TNI-Polri, Dishub dan paramedis dari Puskesmas Passo ini juga memeriksa penumpang setiap kendaraan yang berasal dari luar pulau Ambon.
Di antaranya seperti Pulau Seram dan pulau-pulau Lease lainnya.
Jika kedapatan baru melakukan perjalanan dari daerah-daerah tersebut, mereka tidak diizinkan memasuki Kota Ambon.
• Update Corona di Maluku Sabtu 18 April: Tambah 3 Positif, Naik 17 Kasus, 6 Pasien Sembuh
Operasi ini telah dilakukan setidaknya 10 hari, namun baru hari ini, Sabtu (18/04/2020) diperketat setelah dikeluarkannya aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) oleh Pemerintah Kota Ambon melalui surat edaran yang harusnya telah diberlakukan sejak kemarin, Jumat (17/04/2020).
Selain Posko Perbatasan Passo, Posko lain dipasang di kawasan Durian Patah.
Kedua lokasi ini merupakan pintu masuk dari Maluku Tengah ke Kota Ambon.
"Kami perketat jalur masuk ke Kota Ambon, ini sudah tidak main-main. Kami batasi yang mau masuk pulau Ambon, khususnya yang berasal dari pulau-pulau Lease dan Seram," terang Komandan Posko Perbatasan Passo, Sam Richard Takarbessy saat ditemui di lokasi operasionalnya.
Lupa Bawa Masker Disetop
Dari pantauan TribunAmbon.com pengendara yang tidak menggunakan masker juga ditertibkan, dengan cara tidak dilanjutkan perjalanannya.
Seorang pengendara mengaku lupa membawa masker hingga dia harus menelepon sanak keluarga untuk membawakannya masker.
Pasalnya jika tidak, dia harus kembali ke desa asal dan tidak melanjutkan perjalannya ke Kota Ambon.
"Saya lupa bawa masker," ujar seorang pengendara roda dua kepada TribunAmbon.com.
Hal yang sama terjadi ketika kendaraan beroda empat melintas.
• Tepergok Curi Puluhan Bungkus Rokok, Wanita Ini Tiba-tiba Lepas Baju agar Dikira Korban Pemerkosaan
Hampir semua penumpangnya tidak menggunakan masker, mereka berusaha menjelaskan, namun sama petugas tidak diberikan kesempatan.
Mereka pun dipaksa keluar dari dalam angkutan dan mencoba mencari cara untuk mendapatkan masker.
Begitu mereka menemukan masker untuk semua penumpang barulah diijinkan melanjutkan perjalannya.
Sementara itu physical distancing juga dipantau dalam operasi ini.
Penumpang angkutan umum dibatasi hingga enam orang termasuk sopir.
Jika kedapatan penumpang angkutan umum lebih dari enam, maka akan diturunkan dan harus menunggu hingga angkutan umum berikutnya lewat.
Tidak sedikitpun dari para pengendara dan penumpang yang melintas di kawasan Passo merasa terganggu dengan aktivitas ini.
Mereka terlihat patuh dan mengikuti arahan dari petugas dengan baik.
Takarbessy berharap dengan operasi ini semoga masyarakat bisa lebih meningkatkan kesadaran tentang pentingnya upaya pemutusan mata rantai penyebaran covid-19 ini.
Serta mau bekerja sama dengan pemerintah yakni mengikuti semua imbauan yang telah ditetapkan. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/operasi-tertib-psbb-ambon-kepada-pengguna-jalan-tak-pakai-masker-disetop.jpg)