Virus Corona

Donald Trump Sebut Banyak Hal Aneh soal Asal Virus Corona, Curigai Angka Kematian Rendah di China

"Negara itu telah melalui masalah yang luar biasa dengan ini, seharusnya jumlah korban meninggal yang mereka alami paling besar," kata Trump.

Instagram @realdonaldtrump
donald trump 

TRIBUNAMBON.COM, WASHINGTON - Presiden AS Donald Trump mengatakan pada hari Jumat bahwa banyak hal aneh terjadi mengenai asal-usul virus corona.

Melansir Reuters, hingga saat ini, sumber virus masih menjadi sebuah misteri. Konsensus ilmiah yang luas adalah bahwa virus corona baru berasal dari kelelawar.

Sementara, laporan Fox News menunjukkan pada hari Rabu bahwa virus tersebut berasal dari laboratorium Wuhan sebagai bagian dari upaya China untuk menunjukkan kemampuan upayanya dalam mengidentifikasi dan memerangi virus. 

Trump telah mengatakan, saat ini pemerintahnya tengah berusaha untuk menyelidiki apakah virus tersebut berasal dari laboratorium di China.

Gambar mikroskop elektron pemindai menunjukkan virus corona Wuhan atau Covid-19 (kuning) di antara sel manusia (biru, merah muda dan ungu)
Gambar mikroskop elektron pemindai menunjukkan virus corona Wuhan atau Covid-19 (kuning) di antara sel manusia (biru, merah muda dan ungu) (live science)

“Banyak hal aneh sedang terjadi tetapi ada banyak penyelidikan yang sedang berlangsung. Dan kita akan mencari tahu," kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih seperti yang dikutip Reuters.

Trump juga meragukan angka kematian China, yang direvisi pada hari Jumat.

Gara-gara Pasein Tak Jujur, Puluhan Tenaga Medis di RSUP Kariadi Semarang Positif COVID-19

Masjidil Haram dan Masjid Nabawi Tak Gelar Salat Tarawih Ramadan Nanti, Dampak Pandemi COVID-19

China mengatakan ada sekitar 1.300 orang yang meninggal karena virus corona di kota Wuhan di China.

Jumlah tersebut mencapai separuh dari jumlah keseluruhan korban meninggal di kawasan itu.

China menolak tuduhan Trump dan menegaskan pemerintahannya sangat transparan mengenai hal ini. 

Pada hari Jumat, Trump juga mengatakan bahwa seharusnya jumlah korban meninggal lebih banyak orang di China daripada di Amerika Serikat.

Halaman
12
Editor: Fitriana Andriyani
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved