Virus Corona di Ambon

KNPI Maluku Tengah Alihkan Gedung Pemuda Sebagai Tempat Karantina Covid-19

ntuk melancarkan upaya pencegahan penyebaran virus corona (covid-19), gedung kesekretariatan KNPI diubah sebagai tempat karantina.

Kontributor TribunAmbon.com, Fandy
Sejumlah warga saat diberikan arahan tim relawan Satgas Covid KNPI 

Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Fandy

TRIBUNAMBON.COM - Untuk melancarkan upaya pencegahan penyebaran virus corona (covid-19), gedung kesekretariatan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) diubah sebagai tempat karantina.

DPD KNPI Kabupaten Maluku Tengah telah membuka tempat karantina tersebut sejak Kamis kemarin (09/04/20).

Dan saat ini sudah diisi sebanyak 12 orang pelaku perjalanan dari daerah terdampak Corona.

"Sudah dari kemarin mereka di masukan ke gedung KNPI. langkah ini atas gagasan kita pemuda KNPI untuk bantu Pemda menangani dan mencegah penyebaran Covid-19 di Daerah ini," Kata Sekretaris relawan Satgas KNPI, Muhammad Kasim Usemahu kepada TribunAmbon di Masohi, Jumat (10/04/20).

Lanjutnya, dalam pelaksanaannya, KNPI bekerja sama dengan pemerintah kabupaten untuk menyiapkan makanan dan minuman, termasuk alat pelindung diri.

"Kita disini ada PMII, HMI, Fatayat NU, sama PKNDI, itu yang tergabung dalam tim Satgas Covid KNPI. Kita juga bekerja sama dengan pemda," ujar Usemahu.

Ilustrasi virus corona- Wali Kota Depok Mohammad Idris membenarkan dua warganya positif terjangkit virus corona. Sementara itu, 50 orang terindikasi virus tersebut.
Ilustrasi virus corona- Wali Kota Depok Mohammad Idris membenarkan dua warganya positif terjangkit virus corona. Sementara itu, 50 orang terindikasi virus tersebut. (IRNA)

Selama berada dalam karantina, para peserta diharuskan mengikuti sejumlah kegiatan olah raga untuk tetap menjaga stamina dan imun tubuh.

Sementara itu, meski mengapresiasi aksi yang dilakukan KNPI, sejumlah warga dalam karantina sempat mengeluhkan fasilitas dalam gedung yang dinilai kurang memadai.

Di antaranya fasilitas MCK yang dianggapnya kurang efektif karena hanya tersedia satu unit MCK untuk lebih dari 10 orang.

"WC atau kamar mandi ini cuma satu, sementara kita banyak orang yang semuanya datang dari daerah yang berbeda," cetus salah satu warga yang enggan namanya disebutkan.

(*)

Editor: Maria Sorenada Garudea Prabawati
Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved