Virus Corona
Fasilitas Kebutuhan ODP yang Dikarantina di BPSDM Maluku akan Dijamin
fasilitas untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) yang saat ini dikarantina di Balai Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Maluku akan dijamin.
Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Adjeng
TRIBUNAMBON.COM. Sekda Maluku, Kasrul Selang yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Maluku mengatakan fasilitas untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) yang saat ini dikarantina di Balai Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Maluku akan dijamin.
Kasrul berjanji Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 akan penuhi kebutuhan 14 ODP melalui BPSDM.
Jadi, mereka tak perlu merasa khawatir.
“Adik-adik tak perlu merasa khawatir karena kebutuhan adik-adik selama berada di sini akan difasilitasi,” ujar Kasrul saat menemui dan berdialog dengan 14 ODP di tribun olahraga BPSDM, Kamis (26/03/2020).
Sebanyak 14 ODP yang dikarantina di BPSDM ini merupakan rekan dari pasien 01 positif Covid-19 yang saat ini diisolalsi dan dirawat di RSUD Haulussy Ambon.
Sebelumnya mereka menginap di Hotel kawasan Ambon dan baru dievakuasi ke BPSDM pada, Selasa (24/03/2020).
Selama dikarantina di BPSDM, para OPD ini menempati ruangan asrama di gedung bagian belakang lantai II Kantor Badan Diklat Maluku.
Kasrul mengaku menyadari perlakuan diskriminatif yang diterima ke-14 ODP dari masyarakat yang beredar luas terutama di media sosial.
Dia turut prihatin dengan keadaan itu, untuk itu dia berupaya akan memberikan pemahaman kepada masyarakat agar tidak merundung atau berlaku diskriminatif terhadap mereka.
Pemberian pemahaman ini akan dilakukan dalam bentuk sosialisasi agar masyarakat tidak panik dan merasa aman.
Sementara itu, lanjut Kasrul sampel ODP ini telah dikirimkan ke Laboratorium Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan, beberapa waktu lalu.
Menurut Kasrul, mestinya hasil lab ini sudah bisa diketahui tiga hari setelah pengiriman namun karena ada ribuan sampel yang mengantri di lab maka yang bisa dilakukan hanya bisa menunggu.
“Persoalan kita disitu. Sampel cuma diperiksa di Jakarta, Surabaya, dan Jogjakarta."
"Makassar pun belum ada. Adik-adik lama disini karena kita tunggu sampel. Padahal sampel itu dua hari (pemeriksaan) saja."
"Mungkin kita jauh dan antriannya mungkin banyak, jadi kita belum dapat hasilnya," jelas Kasrul.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/balai-pengembangan-sumber-daya-manusia-bpsdm-maluku.jpg)