Dikejar Polisi, Dua Pelaku Penyelundupan Air Raksa di Buru Selatan Lompat dari Kapal

aksi penyelundupan air raksa di perairan Waesana, kabupaten Buru Selatan, Senin (23/3/20), berhasil digagalkan.

Dikejar Polisi, Dua Pelaku Penyelundupan Air Raksa di Buru Selatan Lompat dari Kapal
Puluhan Jerigen Berisi Air Raksa di Maluku
Puluhan Jerigen Berisi Air Raksa Yang Hendak Diselundupkan. (Kontributor TribunAmbon.com, Fandy) 

Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Fandy

TRIBUNAMBON.COM - Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Maluku berhasil menggagalkan aksi penyelundupan air raksa di perairan Waesana, kabupaten Buru Selatan, Senin (23/3/20)

Meski begitu, dua dari tiga pelaku penyelundupan berhasil kabur setelah melompat dari atas kapal. 

"Benar, yang bersangkutan tak melawan tapi berhasil kabur 2 orang, 1 tertangkap,"
ungkap Dirpolairud  Polda Maluku, Harun Rosid saat dihubungi TribunAmbon, Selas siang (24/3/20)

1 Orang yang tertangkap bernama Jainal, asal Bau Bau, di mana dirinya sebagai nahkoda kapal.

Puluhan Jerigen Berisi Air Raksa Yang Hendak Diselundupkan. (Kontributor TribunAmbon.com, Fandy)
Puluhan Jerigen Berisi Air Raksa Yang Hendak Diselundupkan. (Kontributor TribunAmbon.com, Fandy) (Puluhan Jerigen Berisi Air Raksa di Maluku)

Lanjutnya dijelaskan, dua pelaku lainnya kabur setelah kapal motor tersebut dikandaskan di pesisir pantai Waesama, Buru Selatan saat dikejar Kapal Patroli Sat Ditpolair dari tengah laut. 

"Saat dikejar pakai Kapal Patroli,  Kapal bernama Cahaya Baru itu dikandaskan, lalu para tersangka lompat."

"Petugas pun ke darat, satu ketangkap, dua lainnya kabur," katanya. 

Personel kemudian kembali ke markas Ditpolairud di Kawasan Lateri bersama pelaku dan barang bukti.

Barang bukti berupa satu ton air raksa yang disimpan dalam puluhan jerigen serta kapal yang digunakan untuk beraksi.

"Asal barang (air raksa) dari desa Luhu, Seram Bagian Barat dan akan dibawa ke Wajo, Sulawesi Tenggara," tuturnya. 

Pelaku selanjutnya diserahkan ke Polda Maluku untuk diproses lebih lanjut.

Sementara itu, dua pelaku lainnya dalam pengejaran yakni, Abidin umur 31 tahun dan Basri  umur 27 tahun.

(*)

Editor: Maria Sorenada Garudea Prabawati
Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved