Virus Corona

MUI Sarankan Daerah Rawan Corona Tak Gelar Salat Jumat Diganti Salat Zuhur di Rumah, Ini Kata Istana

Baru-baru ini, Majelis Ulama Indonesia (MUI) menghebohkan masyarakat terkait dengan fatwa beribadah di rumah untuk mencegah virus corona.

MUI Sarankan Daerah Rawan Corona Tak Gelar Salat Jumat Diganti Salat Zuhur di Rumah, Ini Kata Istana
Tribunnews/Jeprima
Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Muhyiddin Junaidi (kanan) bersama Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI), Jusuf Kalla (tengah) dan Wasekjen MUI, Zaitun Rasmin menyampaikan keterangan pers terkait Fatwa MUI Nomor 14 Tahun 2020 tentang penyelenggaraan ibadah dalam situasi wabah Covid-19, di Gedung MUI, Jakarta Pusat, Selasa (17/3/2020). Fatwa MUI tersebut mengatur di antaranya membolehkan masyarakat untuk mengganti salat Jumat dengan salat Zuhur demi mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19 bagi orang-orang sehat dan melarang sementara pelaksanaan ibadah yang membuat konsentrasi massa bagi umat Islam di wilayah di mana kondisi penyebaran virus corona sudah tak terkendali. 

TRIBUNAMBON.COM - Baru-baru ini, Majelis Ulama Indonesia (MUI) menghebohkan masyarakat terkait dengan fatwa beribadah di rumah untuk mencegah virus corona.

Demi mencegah penyebaran virus corona, MUI mengeluarkan fatwa salat Jumat yang bisa digantikan dengan salat zuhur.

Berbagai respon pun muncul dengan adanya fatwa MUI tersebut, karena beberapa orang yang setuju ditentang dengan beberapa orang yang mengkritik kebijakan tersebut.

Positif Corona, Dokter di Inggris Sembuh Hanya dengan Isolasi Diri, Ini Pengakuannya

Antisipasi Corona, Sekolah SD dan SMP di Ambon Libur Hingga Akhir Maret

Dikutip dari Sonora.id, meski banyak yang mengkritik fatwa yang dikeluarkan oleh MUI, pihak Istana justru mendukung yang dilakukan oleh MUI tersebut.

Sebelumnya MUI meluruskan kabar yang beredar terkait fatwa salat Jumat di rumah karena virus corona.

Ketua Bidang Fatwa MUI, Huzaemah menegaskan bahwa MUI tidak pernah mengeluarkan fatwa tersebut.

MUI menyebutkan salat Jumat bisa diganti dengan salat Zuhur di rumah masing-masing, namun tidak ada istilah salat Jumat di rumah.

Karena salat Jumat adalah Jemaah, jadi tidak bisa dilakukan di rumah.

Deputi IV Bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi, KSP Juri Ardiantoro menyatakan bahwa fatwa yang dikeluarkan oleh MUI adalah bagian dari partisipasi masyarakat yang mendukung pemerintah dalam upaya pencegahan penyebaran virus corona.

Kondisi Terbaru Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi Pasca-Positif Corona

Pemkot Ambon Tunda Tes SKB CPNS Ambon, Virus Corona Jadi Penyebab

"Fatwa MUI secara umum sebagai bagian dari partisipasi masyarakat dalam mendukung pemerintah dan kita semua dapat mencegah dan mengendalikan virus ini," ungkapnya merespon fatwa MUI yang saat ini menjadi perbicangan publik.

Halaman
123
Editor: Fitriana Andriyani
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved