Sebut Banyak Kasus Korupsi di Kabupaten Aru, Mahasiswa Demo Kejati Maluku: Demi Keadilan

“Kami minta kepada Kejati Maluku agar secepatnya menindaklanjuti kasus korupsi di Aru, karena pemimpin kami tidak mampuh membangun daerah kami."

Sebut Banyak Kasus Korupsi di Kabupaten Aru, Mahasiswa Demo Kejati Maluku: Demi Keadilan
Kontributor TribunAmbon.com/Helmy
Puluhan Mahasiswa yang mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa Peduli Rakyat Aru, menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Kejaksaan Tinggi Maluku. Jumat (6/3/2020). 

Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Helmy

TRIBUNAMBON.COM - Puluhan Mahasiswa yang mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa Peduli Rakyat Aru, menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Kejaksaan Tinggi Maluku, Jumat (6/3/2020).

Mereka menuntut aparat penegak hukum segera mengusut berbagai kasus korupsi di Kepulauan Aru.

Koordinator lapangan GMPRA Randy Walay mengatakan, aksi ini untuk mendorong penegak hukum dalam mengusut kasus korupsi di Kepulauan Aru agar dapat terselesaikan.

Menurutnya, banyak anggaran pembangunan infrastruktur yang berasal dari alokasi Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) Maupun Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tidak sesuai dengan peruntukannya.

Cegah Virus Corona di Ambon, Petugas Simulasi Penanganan Pasien Covid-19 di Bandara Pattimura

Selanjutnya,mahasiswa meminta Kejati Maluku dapat mengusut tuntas hal-hal tersebut.

Dia menilai problem yang sangat fatal di Kabupaten Kepulauan Aru saat ini adalah persoalan korupsi. 

Mereka menyebut, banyak kasus korupsi yang turut menyeret bupati Aru, tapi tak pernah disentu aparat penegak hukum.

Puluhan Mahasiswa yang mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa Peduli Rakyat  Aru, menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Kejaksaan Tinggi Maluku. Jumat (6/3/2020).
Puluhan Mahasiswa yang mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa Peduli Rakyat Aru, menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Kejaksaan Tinggi Maluku. Jumat (6/3/2020). (Kontributor TribunAmbon.com/Helmy)

“Kami minta kepada Kejati Maluku agar secepatnya menindaklanjuti kasus korupsi di Aru, karena pemimpin kami tidak mampuh membangun daerah kami,” ujarnya.

Dia menjelaskan sejumlah kasus korupsi di aru antara lain pemindahan puskesmas jerwatu ke Desa Werialau senilai Rp 7 miliar, hilangnya dana Rp 27 miliar pada BPDM Maluku, Malut, pembangunan proyek lapangan tribun Yosudarso Dobo, pengalihan dana dak Afirmasi dari dinas perhubungan ke dinas pekerjaan umum Aru.

Halaman
12
Editor: Facundo Chrysnha Pradipha
Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved