17 Siswa Pemerkosa Seorang Siswi SMA Ditahan, Kepala Sekolah Ingin Pelaku Tetap Bisa Ikut UN

“Saya akui anak-anak ini sudah salah secara prosedur hukum karena ini bukan perbuatan yang baik, tapi mereka juga punya hak untuk mengikuti ujian."

17 Siswa Pemerkosa Seorang Siswi SMA Ditahan, Kepala Sekolah Ingin Pelaku Tetap Bisa Ikut UN
Kompas.com/Rahmat Rahman Patty
“Saya akui anak-anak ini sudah salah secara prosedur hukum karena ini bukan perbuatan yang baik, tapi mereka juga punya hak untuk mengikuti ujian." 

TRIBUNAMBON.COM - Enam dari 17 siswa SMA Negeri 4 Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku, yang terlibat dalam kasus pemerkosaan terhadap salah satu teman mereka sedang bersiap untuk mengikuti ujian sekolah dan ujian nasional.

“Ada enam orang (tersangka) yang sebenarnya sedang persiapan ikut UN,” kata Kepala Sekolah SMA Negeri 4 Salahutu, Rusayda Marasabessy. kepada Kompas.com saat dikonfirmasi via telepon seluler, Senin (3/2/2020).

Dia mengungkapkan, sesuai jadwal, sebelum menghadapi UN, sekolah akan menggelar ujian praktek pada pekan ini. Ujian sekolah rencananya akan diselenggarakan pada akhir Februari.

17 Pelajar Ditetapkan Tersangka Pemerkosaan Seorang Siswi Bergilir, Satu di Antaranya Kekasih Korban

Siswi SMA Diperkosa Pacar, Digilir Bersama Belasan Temannya Berulang Kali Sejak November 2019

“Anak-anak ini akan menghadapi minggu ujian. Jadi pada 13-20 Februari, itu ada ujian praktik, kemudian ujian sekolah itu tanggal 3-10 Maret lalu UN tanggal 30 Maret sampai tanggal 2 April,” ungkapnya.

Rusayda mengakui, perbuatan para siswanya itu memang telah menyalahi aturan. Namun demikian, menurut dia, keenam siswa yang telah ditetapkan sebagai tersangka itu juga punya hak untuk mengikuti UN.

Dia menuturkan, telah berkoordinasi dengan pihak orangtua dan rencananya akan berkoordinasi juga dengan Dinas Pendidikan serta penyidik Polresta Pulau Ambon yang sedang menangani kasus tersebut untuk mencari jalan keluar agar para siswa bisa mengikuti ujian.

Siswi SMP Ngaku Diculik 12 Hari, Padalah Jalan dengan Pacar, Kini Ditetapkan sebagai Tersangka

Fakta Penemuan Mayat Siswi SMP Ditemukan Setelah 4 Hari Hilang, Ibu Korban Tak Kuasa Menahan Tangis

“Saya akui anak-anak ini sudah salah secara prosedur hukum karena ini bukan perbuatan yang baik, tapi mereka juga punya hak untuk mengikuti ujian. Jadi nanti mungkin saya akan koordinasi dengan semuanya agar mereka bisa ikut UN,” ungkapnya.

Dikabarkan sebelumnya, seorang siswi sebuah SMA negeri di Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, berinisial HL, diduga menjadi korban pemerkosaan oleh pacarnya dan belasan teman satu sekolahnya sendiri.

Aksi pemerkosaan yang menimpa korban itu telah terjadi sejak November 2019 lalu.

Ironisnya, aksi kejadian itu tidak terjadi sekali namun berulang kali.

Halaman
1234
Editor: Fitriana Andriyani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved