Breaking News:

Terungkap Lokasi Pembuatan Seragam Keraton Agung Sejagat, Sempat Dikira Kostum Drumband

Fanni Aminadia memesan kostumnya di Putro Moelyono Drumband, sebuah usaha rumahan yang kerap membuat kostum drumband.

KOMPAS.COM/MARKUS YUWONO
Wahyu Agung Santoso (Kaos Merah) Penjahit Seragam Keraton Agung Sejagat 

Wahyu membanderol Rp 600 ribu untuk penjahitan kostum raja dan ratu Keraton Agung Sejagat.

Hal tersebut terjadi lantaran Fanni membawa sendiri bahan untuk pakaian raja dan ratu, harga tersebut termasuk topi, celana, dan aksesorisnya.

"Untuk raja dan ratu, karena dia bawa bahan sendiri saya kasih harga Rp 600 ribu," ungkap Wahyu.

Saat itu, Fanni membayar tanda jadi Rp 1.000.000.

Tak terlalu lama waktu yang dibutuhkan Wahyu untuk menyelesaikan pesana seragam dari Fanni Aminadia.

Mulai dipesan sejak November 2019, awal bulan Januari 2020 Wahyu sudah menyelesaikan pesanannya.

"Awal Januari saya kirim, selesai semua," ujar Wahyu.

2. Dikira Kostum untuk Drumband

Wahyu mengaku tak sempat bertanya secara detail untuk apa seragam itu dipesan Fanni.

Ia mengira seragam tersebut dipesan untuk anggota drumband atau kegiatan kebudayaan.

Halaman
1234
Editor: sinatrya tyas puspita
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved