Pendukung Anies Baswedan: Kritik Harus Berdasar Data, tapi Ini Kebencian Berdasarkan Opini

"Kalau itu kritik, harus berdasar data. Tapi ini kebencian berdasarkan opini," tutur Geisz.

Tangkap layar channel YouTube KompasTV
"Kalau itu kritik, harus berdasar data. Tapi ini kebencian berdasarkan opini," tutur Geisz. 

Diketahui sebelumnya Gubernur Anies pernah silang pendapat dengan Kementerian PUPR, Basuki Hadimuljono soal kedua konsep menyelesaian banjir ini.

Ade perpandangan titik permasalahannya bukan mana yang lebih baik antara normalisasi atau naturalisasi.

Tapi yang terpenting adalah langkah nyata yang diambil oleh Gubernur Anies.

"Kalau Anies percaya jawabannya naturalisasi, mestinya ada bukti-bukti yang ditunjukkan proses naturalisasi dilakukan dengan baik," beber Ade.

"Buktinya adalah normalisasi sudah berhenti, naturalisasi tidak dilakukan," lanjutnya.

Beredar Kabar Sandiaga Uno Maju Pilpres 2024, Hendri: Miliki Peluang Lebih Besar Dibanding Anies

Anies Dikritik Soal Banjir, Fahira Idris Bandingkan Kinerja saat Jokowi dan Ahok Pimpin DKI

Ade menjelaskan tim yang dibentuk Gubernur Anies untuk mengatasi masalah di Jakarta termasuk banjir menjadi berantakan.

"Timnya Anies tidak bisa menjelaskan kepada publik, apa yang mereka lakukan untuk mencegah banjir terjadi," tegas Ade.

Ade melanjutkan sekarang ini masyarakat kehilangan kepercayaan kepada Gubernur Anies.

Ini dikarenakan mantan Mendikbud ini tidak melakukan pekerjaanya dengan baik.

Bahkan menurutnya Gubernur Anies juga menyalahkan masalah banjir ke wilayah lain dan pemerintahan sebelumnya.

Halaman
123
Editor: Fitriana Andriyani
Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved