Pengamat Militer Nilai Datangnya Jokowi ke Natuna Berlebihan: Kasihan Sekali Jadi Presiden Indonesia

Pengamat Militer menilai datangnya Jokowi ke Natuna terlalu berlebihan, menurutnya cukup menghadirkan Menteri Luar Negeri dan Bakamla.

Pengamat Militer Nilai Datangnya Jokowi ke Natuna Berlebihan: Kasihan Sekali Jadi Presiden Indonesia
Youtube Metrotvnews
Pengamat Militer menilai datangnya Jokowi ke Natuna terlalu berlebihan, menurutnya cukup menghadirkan Menteri Luar Negeri dan Bakamla. 

TRIBUNAMBON.COM - Pengamat Militer dan Keamanan Conny Rahakundini Bakrie mengomentari kedatangan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Perairan Natuna, Kepulauan Riau pada Rabu (8/1/2020).

Menurut Conny kehadiran Jokowi dinilai suatu reaksi yang berlebihan.

Pernyataan ini ia ungkapkan dalam program 'Primetime News' yang dilansir dari kanal YouTube metrotvnews, Kamis (9/1/2020).

"Kalau saya lihatnya ini kok reaksi yang overeacting ya," ujar Conny.

"Seolah-olah negara ini tidak punya lagi orang yang dikirimkan ke sana," imbuhnya.

"Dan setiap saat ada yang memanas di sana itu Pak Presiden diminta ke sana," jelasnya.

Prabowo Tak Segarang Waktu Debat Capres soal Natuna, Fadli Zon: Kita Harus Realistis

Live Streaming Mata Najwa, Tema : Ada China di Natuna, Malam Ini Pukul 20.00 WIB

Pengamat militer ini mengungkapkan untuk mengirimkan pesan kuat supaya China hengkang dari perairan Natuna, Jokowi tidak perlu harus hadir secara langsung ke Natuna. 

s
(YouTube metrotvnews)

"Apalagi pernyataan resmi dari Istana tadi, seolah-olah ini menyatakan bahwa negara hadir untuk bangsanya dan muncullah Presiden di Natuna," ujarnya.

"Saya rasa negara hadir itu tidak harus dengan Presiden hadir," imbuhnya.

"Kasihan sekali yang jadi Presiden Indonesia, setiap ada apa harus dihadirkan," ungkapnya.

Halaman
1234
Editor: Fitriana Andriyani
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved