Sejumlah Wilayah Jakarta Terendam Banjir, Anies Baswedan Tegaskan akan Bersiaga Penuh

Sikap siaganya ini merupakan cara tanggung jawab Pemerintah kepada masyarakat DKI Jakarta, guna unuk memberikan semua kebutuhan dasar dan keselamatan

Sejumlah Wilayah Jakarta Terendam Banjir, Anies Baswedan Tegaskan akan Bersiaga Penuh
Instagram @aniesbaswedan
Anies Baswedan 

TRIBUNAMBON.COM - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan akan bersiaga penuh berserta jajaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) saat banjir melanda wilayahnya.

Sikap siaganya ini merupakan cara tanggung jawab Pemerintah kepada masyarakat DKI Jakarta, guna unuk memberikan semua kebutuhan dasar dan keselamatan selama banjir masih melanda.

Hal ini ia ungkapkan dalam unggahannya di Instagram pribadi miliknya @aniesbaswedan, Rabu (1/1/2020).

"Kami ambil sikap bertanggung-jawab, semua yang menjadi kebutuhan dasar keselamatan dalam kondisi banjir ini akan ditanggulangi.

Seluruh jajaran pemprov DKI dalam posisi siaga dan bekerja di lapangan," kata Anies dalam unggahannya.

Dengan mengenakan jas hujan merah, Anies memberikan himbauan kepada masyarakat di dekat Pintu Air Manggarai.

Diketahui Anies sedang memantau debit air yang ada di Pintu Air tersebut.

Dari pantauan yang dilakukan jika tinggi air sudah hampir mencapai level siaga I.

Ia juga menyebut bahwa seluruh fasilitas perkantoran dan sekolah yang berada di wilayahnya sudah disiapkan untuk lokasi pengungsian, sehingga masyarakat bisa dengan mudah menggunakannya.

Demi keselamatan, Anies menghimbau kepada masyarakat untuk melaporkan kepada pihak terkait jika memang terjadi situasi darurat.

"Laporkan kebutuhan, terutama untuk evakuasi, bisa lewat nomor 112 (harap bersabar saat ini antrian telepon panjang) atau langsung ke kelurahan setempat jika lebih dekat/mudah," ujarnya.

"Seluruh Jajaran Pemprov DKI Jakarta bersiaga. ⁣

Faktanya ada banjir di Jabodetabek, termasuk di berbagai wilayah di Jakarta. ⁣

Kami ambil sikap bertanggung-jawab: semua yang menjadi kebutuhan dasar keselamatan dalam kondisi banjir ini akan ditanggulangi. ⁣

Laporkan kebutuhan, terutama untuk evakuasi, bisa lewat nomor 112 (harap bersabar saat ini antrian tlp panjang) atau langsung ke kelurahan setempat jika lebih dekat/mudah. ⁣

Seluruh jajaran pemprov DKI dalam posisi siaga dan bekerja di lapangan. Semua fasilitas perkantoran dan sekolah telah disiagakan utk lokasi pengungsian. ⁣

InsyaAllah semua segera tertangani dengan baik, seluruh warga selamat dan bisa beraktivitas seperti semula. ⁣*ABW," tulis Anies dalam unggahannya.

Anies Baswedan
Anies Baswedan (Instagram @aniesbaswedan)

Anies instruksikan kantor dan sekolah sebagai tempat pengungsian

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberikan instruksi kepada seluruh jajaran pemerintah Provinsi DKI Jakarta terkait banjir yang menerpa Jakarta di hari pertama 2020 ini.
Dalam rekaman suara yang diterima Kompas.com, Anies menginstruksikan jajarannya untuk menyiapkan evakuasi terhadap warga terdampak banjir.
"Siapkan bantuan evakuasi warga terdampak. Pastikan tempat-tempat pengungsian segera siap."
"Seluruh kantor pemerintahan, sekolah, harus siap jadi tempat pengungsian," kata Anies dalam rekaman audio yang ia rekam dari pintu air Manggarai, Rabu (1/1/2020).
Selain tempat pengungsian, ia juga meminta jajaran Pemprov DKI menyiapkan dapur umum, tenaga kesehatan, dan keperluan lain bagi para pengungsi.
Menurut Anies, banjir telah menerpa wilayah Jakarta sejak Selasa (31/12/2019).
Banjir itu disebabkan oleh hujan lebat di bagian barat Pulau Jawa.
Ia menyampaikan kepada seluruh jajarannya bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bertanggung jawab mengatasi dampak dari banjir tersebut.
"Hujan, curahnya tidak bisa kita kendalikan, tetapi dampaknya bisa kita kendalikan. Pemprov DKI Jakarta harus hadir. Pemprov DKI ambil sikap harus bertanggung jawab, tunjukkan kepada seluruh warga bahwa semua jajaran harus turun tangan," ujar Anies.
Ia meminta seluruh jajaran pemerintah provinsi DKI Jakarta menjalankan pesan dalam rekaman sepanjang 3 menit 26 detik tersebut sambil tetap memperhatikan kesehatan dan keselamatan masing-masing.
Banjir setinggi 1,5 meter menggenangi sejumlah RT di Kampung Makasar, Jakarta Timur, Rabu (1/1/2020)
Banjir setinggi 1,5 meter menggenangi sejumlah RT di Kampung Makasar, Jakarta Timur, Rabu (1/1/2020) (KOMPAS.COM/RYANA ARYADITA UMASUGI)
BMKG jelaskan penyebab terjadinya banjir di Jakarta
Sebagian ruas jalanan dan wilayah di DKI Jakarta, termasuk FX Senayan, Sudirman, dan Gatot Subroto mengalami kebanjiran karena guyuran air hujan yang berlangsung dari siang hingga sore hari ini (17/12/2019).
Namun, benarkah banjir di DKI Jakarta hanya diakibatkan oleh curah hujan ibukota yang kelewat deras?
Melansir Kompas.com, Kasubbid Analisis Informasi Iklim Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika ( BMKG), Adi Ripaldi pada Selasa (17/12/2019) menuturkan bahwa banjir memang lebih berpotensi terjadi pada setiap periode musim hujan, apalagi di wilayah DKI Jakarta.
"Dengan intensitas hujan sedang hingga lebat, tentu bisa memicu terjadinya banjir atau genangan di wilayah yang kemampuan menyerap air atau drainasenya kurang baik," kata dia.
Akan tetapi, Adi menegaskan bahwa banjir Jakarta tidak hanya dipengaruhi oleh curah hujan di ibukota saja, tetapi juga terpengaruh oleh hujan-hujan dari wilayah sekitar Jakarta, seperti Bogor, Depok dan sekitarnya.
Selain faktor hujan, infrastruktur wilayah, topografi dan drainase juga sangat mempengaruhi suatu wilayah untuk berpotensi banjir atau tidaknya.
Lalu, Banjir juga bisa jadi karena kiriman dari hulu atau karena luapan air sungai.
Sementara itu, dari sisi curah hujan, tentu yang perlu diwaspadai adalah curah hujan harian atau berjam-jam dengan intensitias tinggi atau lebat yang bisa saja terjadi pada periode musim hujan ini.
Waspada banjir
Kewasapadaan banjir DKI Jakarta sebaiknya tidak hanya berfokus di bulan puncak musim hujan (Februari-Maret).
Namun, kata Adi, harus diwaspadai sejak peralihan musim kemrau ke hujan dan sepanjang periode musim hujan, yakni sepanjang Desember 2019 hingga Mei 2020 nanti.
Sebab, hujan-hujan lebat bisa saja terjadi selama periode tersebut.
"BMKG memprediksi puncak hujan untuk DKI akan terjadi Februari dan Maret 2020. Namun demikian, kewaspdaan menghadapi ancaman banjir ini perlu disiapkan sejak dini sepanjang musim hujan," ujarnya.
Langkah-langkah antisipasi menghadapi periode musim hujan ini, kata Adi, perlu diperhatikan hal-hal terkait drainase lingkungan sekitar.
"Kondisi DAS (daerah aliran sungai) dibersihkan, disehatkan DAS-nya, dari segi aliran dan lingkunganya," ucap dia.
Selain itu, menjaga kebersihan lingkungan dari sampah-sampah, dan perhatikan dahan pohon-pohon tua atau mati di sekitar lingkungan kita.
Pasalnya, pada periode musim hujan ini sering terjadi hujan lebat, angin kencang atau puting beliung yang bisa merobohkan pohon-pohon tersebut.
"Dan tetap berhati-hati di jalan pada saat hujan terjadi karena terkadang mengganggu jarak pandang, banyak genangan, hindari jalan berlubang dan licinnya jalan raya," tuturnya.
(TribunAmbon.com/Sinatrya)(Kompas.com/Jimmy Ramadhan Azhari/Ellyvon Pranita)
Penulis: sinatrya tyas puspita
Editor: Fitriana Andriyani
Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved