'Keanehan' Ari Askhara kepada Awak Kabin, Zaenal: Teman Tak Tahu Catering Ditunjuk menjadi VP di ACS

'Keanehan' Ari Askhara kepada Pegawai, Zaenal: Teman Tak Tahu Catering Ditunjuk menjadi VP di ACS

'Keanehan' Ari Askhara kepada Awak Kabin, Zaenal: Teman Tak Tahu Catering Ditunjuk menjadi VP di ACS
AIRBUS
Armada pertama Airbus A330-900 pesanan Garuda Indonesia. Pesawat berbadan lebar generasi terbaru dari Airbus ini merupakan satu dari 14 pesawat A330-900 pesanan Garuda. 

TRIBUNAMBON.COM -Ketua Umum Ikatan Awak Kabin Garuda Indonesia (IKAGI), Zaenal Mutaqqin mengatakan mendapat kebijakan yang aneh selama dipimpin oleh eks Direktur Utama (Dirut) Garuda, Ari Askhara.

Sebagaimana diketahui, Ari Askhara baru dicopot menjadi Dirut lantaran penyelundupan spare part Harley Davidson dalam Pesawat Garuda.

Hal itu diungkapkan Zaenal Mutaqqin saat hadir di acara Sapa Indonesia Malam Kompas TV pada Jumat (6/12/2019).

Zodiak Hari Ini Sabtu 7 Desember 2019: Leo Hindari Sombong, Berpikir Kritis Jadi Kekuatan Virgo

"Saya melihat dari awal kepemimpinan Beliau, memang ada hal-hal yang terlihat kebijakan-kebijakan yang aneh," ungkap Zaenal.

Zaenal menngatakan banyak perombakan jabatan yang tidak sesuai aturan.

"Contoh di awal itu dilakukan perombakan jabatan yang tidak sesuai dengan yang diatur sebelumnya," ungkap dia.

Zaenal menjelaskan bahwa Ari Askhara sangat mudah merotasi jabatan.

"Jadi seperti untuk di karyawan darat itu pak, mereka yang sudah menjabat puluhan tahun sebagai kilo-kilo di suatu tempat itu bisa di rotasi dirolling dengan secara mudah dan gampang sekali itu," ungkapnya.

//
// <\/scr"+"ipt>"); // ]]>

Padahal menurutnya, pemindahan jabatan harus didasarkan kemampan seseorang.

"Kita punya aturan di mana kemampuan seseorang untuk ditempatkan di luar negeri, di dalam negeri, itu ada aturan mainnya," lanjutnya.

Kemudian, Zaenal membeberkan bagaimana Ari Askhara melakukan kebijakan aneh kepada para pegawai awak kabin.

"Begitu juga dengan kami Pak di Awak Kabin itu dengan mudahnya mereka menggantikan seseorang, menunjuk seseorang untuk menjabat anak perusahaan."

"Contoh temen kami yang tidak tahu persoalan catering itu ditunjuk ke catering menjadi VP (Vice President) di ACS (Aerowisata Catering Service)," cerita Zaenal.

Direktur Utama PT Garuda Indonesia I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra yang kini dicopot setelah muncul dugaan penyelundupan Harley Davidson di Garuda Indonesia.
Direktur Utama PT Garuda Indonesia I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra yang kini dicopot setelah muncul dugaan penyelundupan Harley Davidson di Garuda Indonesia. (KOMPAS.com/AKHDI MARTIN PRATAMA)

3 Daerah di Maluku Hujan Malam Hari, Prakiraan Cuaca Ambon & Sekitarnya Hari Ini Sabtu 7 Desember

Zaenal mengungkapkan, bahwa Ari Askhara terlalu mudah membuat suatu kebijakan.

"Itulah kebijakan yang saya pikir tidak sesuai dengan peraturan. Jadi apa yang diucapkan itu menjadi peraturan, apa yang disebutkan itu menjadi peraturan."

"Contoh ketika ada waktu sharing session umurnya sudah 36 tahun kemudian meminta pada Pak Ari untuk dilanjutkan pegawainya menjadi 46, hari itu juga jadi 46," jelas Zaenal.

Akibatnya Zaenal menyebut bahwa gaya kepemimpinan Ari Askhara seperti kepemimpinan gaya kerajaan.

"Artinya ini kan orang-orang seperti ini memimpin dengan gaya-gaya kerajaan, negara, apa pusat publik."

"Itu yang saya (pikir) aneh bagi kami mbak," ujarnya.

Tak berhenti di sana, Zaenal juga mengatakan bahwa Ari Askhara telah mengabaikan hak kelompoknya untuk berserikat.

"Diabaikannya hak berserikat dan berorganisasi kami sejak 2014 pada saat kepemimpinan Beliau."

"Di bulan Juli kami minta perundingan PKB, perjanjian kerja sama itu diabaikan sama mereka sampai saat ini kami masuk ke PHY," jelas dia.

Lihat videonya mulai menit ke-1:11:

Pada kesempatan itu, Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Said Didu turut mengomentari pemecetan eks Direktur Utama Garuda, Ari Askhara.

Said Didu mengungkapkan bahwa Ari Askhara merupakan sosok yang istimewa di BUMN.

"Nah Ari ini agak istimewa loh di BUMN," ujar Said Didu.

Said Didu mengatakan demikian lantaran Ari Askhara dengan mudah mendapat jabatan penting di BUMN dalam selang waktu yang relatif pendek.

"Tahun 2014 baru masuk BUMN langsung direksi. Biasa, tapi dalam waktu empat tahun dia lima kali pindah menjadi direksi dan terakhir Dirut Garuda," jelas Said Didu.

Said Didu menduga, Ari Askhara selama ini diistemewakan oleh Menteri BUMN sebelumnya, Rini Soemarno.

"Berarti rata-rata hanya delapan bulan, jadi menurut saya orag ini agak diistemewakan oleh menteri sebelumnya," duga Said Didu.

Menduga Ari Askhara diistemewakan, Said Didu lantas menduga bahwa pejabat publik itu selama ini merupakan orang titipan.

Meski demikian, Said Didu menegaskan bahwa Ari Askhara bukan berarti titipan dari Rini Soemarno.

"Agak diistimewakan biasanya orang yang diistimewakan seperti ini adalah orang ada titipan yang kuat."

"Saya tidak tahu, siapa tahu Bu Rini juga dapat titipan, kita enggak tahu," ungkapnya.

Kemudian, Said Didu berpendapat bahwa Ari Askhara merupakan penikmat jabatan.

"Tapi dari gayanya juga dan saya bilang begini orang kalau sudah jadi penikmat jabatan itu sudah pintu masuk jalan sesat, itu istilah saya," ujar Said Didu.

Hal itu terlihat dari gaya hidup Ari Askhara selama ini.

"Nah hari ini kita lihat persis, dia betul-betul penikmat jabatan lihat saat hari ulang tahun proklamasi, jadi Bung Karno dia, pas turun dari pesawat kemarin , disambut temen-temennya pake Moge jadi ya itu penikmat betul, berangkat ke luar negeri," ucapnya.

Sebagai pejabat publik termasuk di BUMN, tidak pantas seseorang menjadi penikmat jabatan.

"Kalau kita pejabat publik janganlah menjadi penikmat jabatan itu tidak bisa," ungkap Said Didu (TribunWow.com/Mariah Gipty)

Artikel ini telah tayang di Tribunwow.com dengan judul Pegawai Awak Kabin Sebut Kebijakan Ari Askhara Janggal, Berikut Beberapa Kebijakan Aneh Eks Dirut

Editor: Facundo Chrysnha Pradipha
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved