Pesilat Cilik Tewas setelah Dapat Tendangan Uji Kekuatan Perut, Ketua PSHT: Tak Ada Unsur Dendam

Pesilat cilik asal Sragen tewas saat melakukan latihan, ia tersungkur setelah mendapat tendangan uji kekuatan perut. Berikut kronologinya!

Pesilat Cilik Tewas setelah Dapat Tendangan Uji Kekuatan Perut, Ketua PSHT: Tak Ada Unsur Dendam
Tribunnews.com
Ilustrasi - Pesilat cilik asal Sragen tewas saat melakukan latihan, ia tersungkur setelah mendapat tendangan uji kekuatan perut. Berikut kronologinya! 

"Sebelumnya sudah mendapat pembekalan-pembekalan secara teori, cara melatih, cara mendidiknya, semua sudah dikasihkan," tandasnya.

Uji Kekuatan Perut

Sebelumnya, pesilat cilik berinisial MA (13) asal Desa Saren, Kecamatan Kalijambe, Sragen tewas saat mengikuti latihan rutin perguruan pencak silat Persatuan Setia Hati Terate (PSHT).

Kematian MA yang merupakan siswa MTS di Sragen itu diduga karena mendapatkan latihan fisik dan tendangan dari seniornya, berinisial FAS (16) asal Dusun Donoyudan, Kalijambe, Sragen.

Jadikan Janda Anak 8 sebagai Istri Kedua, Suami Puji Keikhlasan dan Ketabahan Istri Pertama

Peristiwa nahas itu terjadi saat korban latihan di Dukuh Ngrendeng, RT 22, Desa Kaloran, Kecamatan Gemolong.

Informasi yang diterima TribunSolo.com, saat itu korban mengikuti latihan uji kekuatan perut.

Plt Kasubag Humas Polres Sragen, AKP Harno mewakili Kapolres Sragen, AKBP Yimmy Kurniawan membenarkan kejadian itu.

“Betul, ada kejadian itu,” ucap AKP Harno kepada TribunSolo.com, Senin (25/11/2019).

Harno mengungkapkan kejadian malang itu terjadi saat PSHT melakukan latihan di Dukuh Ngerendeng RT 22, Dusun Kaloran, Kecamatan Gemolong, Sragen pada Minggu (24/11/2019) sekitar pukul 23.00 WIB.

“Sudah kita amankan, sudah kita mintai keterangan,” ungkap Harno.

“Memang benar yang bersangkutan nendang (menendang) di bagian perut,” imbuhnya membeberkan.

Kronologi Satu Keluarga Disekap di Rumah, Pintu Digembok, Dua Anak Kelaparan, Gara-gara Ini

Adapun senior yang diduga menendang tersebut lanjut mantan Kasatreskrim Polres Sragen itu, telah meringkuk di Mapolres Sragen.

“Sudah kita amankan di kantor untuk kita lakukan proses penyelidikan,” ujar Harno. 

Editor: Fitriana Andriyani
Sumber: Tribun Solo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved