Kabur Saat hendak Dibawa Petugas Kejati Bali, Buronan Pemerintah AS Kembali Jadi DPO

Buronan Pemerintah Amerika Serikat, Rabie Ayad Abderahman (30), kabur dari rumah detensi Imigrasi Ngurah Rai, Bali.

Kabur Saat hendak Dibawa Petugas Kejati Bali, Buronan Pemerintah AS Kembali Jadi DPO
okumentasi imigrasi/Shutterstock
Buron pemerintah AS Rabie Ayad Abderahman kabur dari rumah Detensi Imigrasi Ngurah Rai Bali 

"Hakim menolak dengan alasan beda nama, tapi sudah jelas buktinya, tatonya juga," kata Didik.

Setelah itu, Rabie dikeluarkan dari Lapas Kerobokan dan dititipkan ke Imigrasi Ngurah Rai.

Ilustrasi Penjara
Ilustrasi Penjara (Daily Mail)

Kemudian pihak jaksa melakukan upaya banding. Pada Senin (28/10/2019), banding jaksa diterima Pengadilan Tinggi Bali.

Namun, pada Selasa (29/10/2019), ketika hendak diambil dari Imigrasi dan dibawa ke Kerobokan, Rabie sudah tidak ada atau kabur.

Saat ini pihaknya sedang melakukan pengejaran.

Rabie menjadi buron Amerika Serikat dalam kasus kejahatan skimming senilai Rp 7 triliun.

"Kami sedang meminta surat resmi surat penjelasan dari Imigrasi," kata Didik.

"Di PT (banding) diterima dan saat diminta untuk diambil lagi ke Kerobokan dinyatakan tahanan kabur," jawabnya singkat. (*)

Artikel ini telah tayang di tribun-bali.com dengan judul Buronan AS Kasus Skimming Rp 7 Triliun, Kabur Saat Hendak Ditahan di Lapas Kerobokan
Penulis: Zaenal Nur Arifin

Editor: Facundo Chrysnha Pradipha
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved