Pergerakan Politik Jelang Pelantikan Presiden, Prabowo Mendekat, Potensi Menteri Kabinet Jokowi

Direktur Eksekutif Indo Barometer, Muhammad Qodari menilai, Partai Gerindra berpeluang besar masuk dalam kabinet kerja Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Pergerakan Politik Jelang Pelantikan Presiden, Prabowo Mendekat, Potensi Menteri Kabinet Jokowi
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Presiden Joko Widodo bersama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto usai mengadakan pertemuan di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (11/10/2019). Pertemuan tersebut membahas berbagai isu di Indonesia diantaranya pemindahan ibu kota, isu ekonomi hingga pertahanan negara. 

TRIBUNAMBON.COM - Direktur Eksekutif Indo Barometer, Muhammad Qodari menilai, Partai Gerindra berpeluang besar masuk dalam kabinet kerja Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Ia mengungkapkan, ada tiga alasan Partai Gerindra berpeluang masuk kabinet.

Pertama, Partai Gerindra dan partai pengusung Jokowi, yaitu PDI-P, sama-sama dari partai nasionalis.

Catatan Terduga Teroris yang Ditangkap di Cengkareng, Baiat Pimpinan ISIS hingga Ikuti Pelatihan Ini

"Saya termasuk orang yang berpendapat bahwa besar peluang Gerindra untuk masuk kabinet kali ini pertama karena ideologi PDI-P, partainya Jokowi itu dekat dengan Gerindra, sama-sama nasionalis," kata Qodari saat ditemui di Kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (12/10/2019).

Kedua, Qodari mengatakan, hubungan baik Jokowi dan Prabowo juga memengaruhi kemungkinan besar Partai Gerindra masuk kabinet kerja.

Presiden Joko Widodo bersama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto usai mengadakan pertemuan di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (11/10/2019). Pertemuan tersebut membahas berbagai isu di Indonesia diantaranya pemindahan ibu kota, isu ekonomi hingga pertahanan negara.
Presiden Joko Widodo bersama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto usai mengadakan pertemuan di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (11/10/2019). Pertemuan tersebut membahas berbagai isu di Indonesia diantaranya pemindahan ibu kota, isu ekonomi hingga pertahanan negara. (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

Ia mengatakan, meskipun menjadi rival pada Pilpres 2014 dan Pilpres 2019, Jokowi dan Prabowo tetap terlihat mesra.

"Kemarin keliatan kan sama Prabowo, dia (Jokowi) bisa mengatakan, 'Kita mesra kan', Pak'. Sementara pak SBY kita tidak lihat kita mesra kan," ujarnya.

Ketiga, selain dengan Jokowi, Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri terlihat menerima Prabowo dalam beberapa kali kesempatan.

Oleh karenanya, dari beberapa variabel tersebut membuat peluang Partai Gerindra menjadi kuat.

Gempa Susulan Ambon Terus Terjadi, Sekolah Diliburkan 9 Hari Ke Depan & 2 Ribu Rumah Rusak

"Pengalaman yang lain adalah di periode pertamanya Pak Jokowi memang menambah partai dari luar koalisi. Ada Golkar, PAN saya kira di 2019 ini partai dari luar itu namanya Gerindra," kata dia.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Partai Gerindra Dinilai Punya Peluang Besar Masuk Kabinet, Ini Tiga Alasannya"
Penulis : Haryanti Puspa Sari

Editor: Facundo Chrysnha Pradipha
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved