Viral Video Vlogger Cilik Dandan saat Gempa Ambon Guncang Rumahnya, Ini Reaksi Si Gadis
Berita viral video vlogger cilik dandan, tiba-tiba lari saat gempa Ambon kemarin Kamis, 10 Oktober 2019
Penulis: Facundo Chrysnha Pradipha | Editor: Fitriana Andriyani
TRIBUNAMBON.COM - Sebuah video viral di media sosial Twitter memperlihatkan detik-detik gempa yang terjadi di Ambon, Maluku, kemarin Kamis (10/10/2019) siang.
Video tersebut diunggah oleh pemilik akun Twitter @is_pelssy.
Video berdurasi 45 detik itu menunjukkan seorang anak yang tengah membuat video merias wajah.
• Tertimpa Reruntuhan, Pelajar Tewas Akibat Gempa Ambon
Namun tiba-tiba gempa mengguncang rumahnya.
Anak gadis dalam video itu lalu berlari.
Terlihat juga tembok dan gorden yang bergerak akibat gempa.
Saat dikonfirmasi TribunAmbon.com, pemilik akun @is_pelssy alias bernama Iskandar Pelupessy membenarkan bahwa video tersebut terjadi saat gempa terjadi kemarin Kamis sekira pukul 13.39 WIT.
Dia juga mengtakan bahwa gadis vlogger cilik dalam video itu adalah anaknya yang bernama Ara Pelupessy.
"(Iya) anak saya, pas sebelum gempa dia lagi ngevlog," katanya.
"Sebenarnya panjang (video) yang awal lebih lucu, dipotong sama kakak-kakaknya biar posting bisa," imbuh warga Galunggung, Batu Merah, Sirimau, Ambon ini.
Ini videonya:
Iskandar menambahkan, sata gempa terjadi kemarin membuat kaget keluarganya.
Anaknya yang lari menyelamatkan diri pun selamat.
" Alhamdulillah aman, saya juga kaget lihat tembok saya menari seperti itu, soalnya baru direhab bikin warung," kata dia.
Saat ini, dirinya dan keluarga serta warga kampung memilih bersiaga di rumah masing-masing.
Kendati gempa susulan terus terjadi di Ambon dan sekitarnya, warga memilih tidur di teras ruang tamu.
"Daerah kami aman, cuman warga lebih memilih tidur di teras dan ruang tamu, enggan tidur di kamar," tegas dia.
Gempa Guncang Ambon
Diberitakan Kompas.com, gempa susulan berkekuatan 5,2 magnitudo mengguncang Kota Ambon dan sekitarnya pada Kamis (10/10/2019).
Gempa tersebut juga merusak sejumlah bangunan kantor pemerintahan, rumah warga dan juga fasilitas publik lainnya.
Gempa juga menyebabkan 1 siswa SMP meninggal dunia dan sejumlah warga lainnya terluka.
Siswa tersebut tertimpa reruntuhan bangunan saat gempa terjadi pada Kamis (10/10/2019).
Selain itu, sebanyak delapan warga lainnya mengalami luka-luka.
• Tepis Kabar Penyerangan Wiranto Hanya Settingan, Benny Mamoto Jelaskan soal Darah yang Diperdebatkan
Korban meninggal dunia diketahui bernama Vincent Ananto (15), seperti dikutip dari Kompas.com dengan judul artikel Gempa Lagi di Ambon, 1 Meninggal Dunia dan 8 Luka-luka.
Saat ini, jenazah telah dibawa pulang oleh pihak keluarga. Sedangkan, sejumlah korban luka masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Ambon Wendy Pelupessy mengatakan, dari jumlah korban yang mengalami luka-luka itu, lima orang telah diperbolehkan pulang.
Sedangkan, tiga lainnya masih menjalani perawatan intensif di tiga rumah sakit di Ambon.
“Jumlah korban meningal dunia satu orang, delapan luka-luka dirawat di sejumlah rumah sakit. Namun lima orang sudah diperbolehkan pulang,” kata Wendi kepada waratwan di Ambon, Kamis malam.
Berikut identitas para korban akibat gempa Ambon yang mengguncang Ambon pada Kamis siang:
1. Vincent Ananto (15), meninggal dunia.
2. Karl Heins Siahaya (22), warga Passo, Kecamatan Baguala.
3. Vido Maitimu (21), warga Air Besar, Passo, Kecamatan Baguala.
4. Alonso (15) siswa SMP.
5. Maya Wermasubun (44), warga Kudamati, Kecamatan Nusaniwe.
6. Soni Kaliola (46), warga Polu Gangsa, Kecamatan Sirimau.
7. Amril (72), warga Kayu Putih.
8. Wa Sinta (64), warga Silale, Kecamatan Nusaniwe.
9. Kristian Hadi Putra (36), Wayame, Kecamatan Teluk Ambon.
Diberitakan sebelumnya, delapan gempa susulan mengguncang Kota Ambon dan sekitarnya pada Kamis siang.
Gempa tersebut membuat warga di Kota Ambon panik berhemburan keluar rumah untuk mencari tempat aman.
Akibat gempa tersebut pusat-pusat perekonomian di Kota Ambon tutup.
Gempa yang terjadi juga memaksa ribuan warga Kota Ambon kembali mengungsi ke sejumlah lokasi dataran tinggi karena khawatir ada tsunami
(TribunAmbon.com/Chrysnha)