Tak Kunjung Diberi Terpal, Pengungsi Siram dengan Bensin dan Nyaris Bakar Kepala Desa Hidup-hidup

Penyaluran bantuan lambat, pengungsi nyaris bakar hidup-hidup kepala desa hidup-hidup gara-gara tak kunjung diberi terpal.

Tak Kunjung Diberi Terpal, Pengungsi Siram dengan Bensin dan Nyaris Bakar Kepala Desa Hidup-hidup
Kompas.com/Rahmat Rahman Patty
Penyaluran bantuan lambat, pengungsi nyaris bakar kepala desa hidup-hidup gara-gara tak kunjung diberi terpal. 

Baca juga: Saat Badai dan Hujan Lebat, Pengungsi Gempa Melahirkan Tanpa Bantuan Medis di Gubuk Reyot

Sebelumnya diberitakan, gempa 6,8 magnitudo mengguncang Pulau Ambon dan Kabupaten Seram Bagian Barat pada Kamis (26/9/2019) sekira pukul 08.46 WIT.

Adapun lokasi gempa berada pada titik koordinat 3.38 Lintang Selatan,128.43 Bujur Timur atau berjarak 40 km timur laut Ambon-Maluku dan 9 km Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat dengan kedalaman 10 Km.

Gempa itu menyebabkan 38 orang meninggal dunia dan ratusan lainnya mengalami luka.

Gempa juga menyebabkan rumah warga, sekolah, rumah ibadah, perkantoran dan fasilitas publik lainnya rusak.

(Kompas.com Kontributor Ambon, Rahmat Rahman Patty)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Gara-gara Terpal, Kepala Desa di Maluku Nyaris Dibakar di Posko Pengungsian" dan "Korban Gempa Maluku Keluhkan Penyaluran Bantuan yang Tak Merata, Ada yang Sampai Berkelahi".

Editor: Fitriana Andriyani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved