Breaking News:

Proyek Palapa Ring Timur, Satu dari 9 Permintaan Tokoh Papua kepada Presiden Jokowi

Inilah proyek Palapa Ring Timur, satu dari sembilan permintaan tokoh Papua kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi)

TRIBUNNEWS.COM/SENO TRI SULISTIYONO
Inilah proyek Palapa Ring Timur, satu dari sembilan permintaan tokoh Papua kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) 

TRIBUNAMBON.COM - Proyek Palapa Ring Timur menjadi satu dari sembilan usulan yang dilontarkan tokoh Papua kepada Presiden Joko Widodo alias Jokowi untuk kemajuan Papua.

Sperti yang diberitakan, 61 tokoh Papua diterima oleh Presiden Joko Widodo ( Jokowi) di Istana, Selasa (10/9/2019).

Pertemuan dengan tokoh Papua merupakan bagian dari upaya pemulihan Papua pasca-kerusuhan pada akhir Agustus lalu. 

tokoh papua
tokoh papua (Twitter Jokowi)

Dalam pertemuan itu, para tokoh Papua menyampaikan 9 permintaan kepada Jokowi.

Satu di antaranya adalah percepatan palapa ring timur Papua.

Lalu apakah yang dimaksud dengan Palapa Ring Timur Papua?

Penelusuran TribunAmbon.com, Palapa Ring Timur merupakan proyek pembangunan jaringan serat optik nasional.

Tak Mau Kalah dari Papua, Gubernur Murad Ismail Ajukan Beberapa Permintaan pada Pemerintah Pusat

Dikutip dari laman resmi Kominfo.go.id, pembangunan jaringan serat optik nasional ini akan menjangkau 440 kota/kabupaten di seluruh Indonesia.

Palapa Ring merupakan proyek infrastruktur telekomunikasi berupa pembangunan serat optik di seluruh Indonesia sepanjang 36.000 kilometer.

Proyek itu terdiri atas tujuh lingkar kecil serat optik (untuk wilayah Sumatera, Jawa, Kalimantan, Nusa Tenggara, Papua, Sulawesi, dan Maluku) dan satu backhaul untuk menghubungkan semuanya.

Sasaran dan Strategi

Pembangunan jaringan serat optik nasional, yang akan menjangkau 440 kota/kabupaten di seluruh Indonesia.

Proyek Palapa Ring ini akan mengintegrasikan jaringan yang sudah ada (existing network) dengan jaringan baru (new network) pada wilayah timur Indonesia (Palapa Ring-Timur). 

Palapa Ring-Timur akan dibangun sejauh 4.450 KM yang terdiri dari sub marine cable sejauh 3.850 km dan land cable sepanjang 600 KM dengan landing point sejumlah lima belas titik pada 21 kota/kabupaten.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Ambon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved