Breaking News:

Mafia Bola Versus Pemain 'Dibuang', 2 Sorotan Jelang Persib Bandung vs Borneo FC

Berita terkini Persib Bandung isu mafia bola dan pemain 'dibuang' jelang laga Persib vs Borneo FC

Kolase Instagram @persib_official
Tim Persib 

TRIBUNAMBON.COM - Sejumlah hal tengah hangat dibicarakan bagi kelangsungan tim Persib Bandung dalam kompetisi sepak bola Indonesia.

Narasi mafia bola hingga isu pemecatan pemain Persib Bandung menjadi topik yang mencuat akhir-akhir ini.

Padahal, laga lanjutan Liga 1 2019 akan mempertemukan Persib Bandung vs Borneo FC besok Rabu (14/8/2019).

Seperti diketahui, Tim Maung Bandung belum merasakan kemenangan di empat laga terakhirnya.

Tim asuhan Robert Rene Alberts ini terkahir menang di lima pekan lalu, saat bertandang di markas PSIS, Supardi dan kawan-kawan membawa poin tiga kemenangan menang 0-1.

Di tengah prestasi buruk Persib, suporter kebanggaan, Bobotoh, melakukan unjuk rasa agar Persib berbenah.

Atas hal tersebut, munculah narasi soal mafia bola hingga pemecatan pemain.

Inilah dakta-faktanya yang dirangkum TribunAmbon.com dari berbagai sumber:

SPG di Bali Tewas Dihabisi Gigolo, Awalnya Bertemu Jual Beli Mobil hingga Korban Inginkan Pelaku

Acara TV Hari Ini Selasa 13 Agustus 2019, Drama Korea di TransTV hingga The A-Team di GTV

1. Laporkan Mafia Bola

Dikutip dari Kompas.comm Manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar, mendukung penuh perpanjangan masa tugas Satgas Antimafia Bola.

Beberapa waktu lalu, Kepolisian Republik Indonesia (Polri) resmi memperpanjang masa tugas Satgas Antimafia Bola.

Tim yang dipimpin oleh Brigjen Hendro Pandowo itu akan mulai bertugas pada 16 Agustus mendatang.

Umuh sangat menyambut baik pembentukan Satgas Antimafia Bola.

Menurutnya, kehadiran satgas ini sangat efektif untuk memberantas match fixing atau pengaturan skor di sepak bola Indonesia.

Pada periode awal, kinerja Satgas mendapatkan banyak apresiasi karena berhasil menangkap 16 pelaku pengaturan skor di sepak bola Indonesia.

Aksi Satgas Antimafia Bola yang paling disoroti adalah penangkapan Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum PSSI, Joko Driyono.

Sosok yang akrab disapa Jokdri itu ditetapkan sebagai pelaku kasus perusakan barang bukti terkait pengaturan skor.

Jokdri lalu divonis satu setengah tahun penjara.

"Saya yakin semua klub menyambut baik. Kalau tidak ada yang menyambut baik, itu dia keliru. Sangat bagus sekali ini satgas diperpanjang," kata Umuh.

Menurut Umuh, walau sudah ada pelaku yang ditangkap, praktik mafia bola di Indonesia masih ada. Bahkan, Umuh mengaku memiliki bukti-bukti praktik tersebut.

Tak segan, Umuh pun siap melaporkan tindakan pengaturan skor di sepak bola Indonesia kepada Satgas Antimafia Bola dengan berbekal barang bukti yang telah dia kantongi.

"Saya punya banyak bukti. Karena kami punya data dan dokumen, jelas pertandingan menit sekian, yang tidak masuk akal bila perlu saya akan berikan ke satgas," ujar dia.

Dikatakan Umuh, kehadiran Satgas akan sangat membantu dalam proses perkembangan sepak bola Indonesia.

Dia menegaskan bahwa mafia bola harus harus dibersihkan secara tuntas.

Sebab, Umuh berpendapat bahwa kehadiran mafia bola sangat menghambat laju perkembangan sepak bola nasional.

Pria yang sudah 10 tahun menjabat sebagai manajer Persib itu menyatakan bahwa mafia membuat sepak bola Indonesia sulit berprestasi di level internasional.

"Kalau sepak bola, kami baik ada kejujuran. Saya yakin PSSI akan menjadi macan Asia. Tapi karena begini terus, ya susah. Allah juga gak mau berikan yang baik," ucap dia.

Pada periode keduanya, Satgas Antimafia Bola akan fokus menyelesaikan beberapa perkara yang sebelumnya belum sempat dituntaskan, seperti kasus Vigit Waluyo dan Hidayat.

Selain itu, satgas juga akan memantau semua pertandingan di kompetisi, sebagai antisipasi terjadinya praktik match fixing.

Tes Kepribadian: Aneka Gaya Cara Memegang Smartphone, Pilihanmu Tentukan Karaktermu

Setelah Makan Daging Kurban, Simak Cara Penetralisir Makanan Agar Terhindar dari Bau Mulut

2. Pemain 'Dibuang'

Sementara, diberitakan Tribun Jabar, pelatih Persib Bandung, Robert Alberts mengkonfirmasi bahwa akan ada tiga pemain yang dipindahkan ke Persib B atau Bandung Blitar United di Liga 2.

Namun, mantan pelatih PSM Makassar ini belum mau menyebu siapa saja pemain yang nantinya akan bergabung ke Persib B.

"Kami akan lepas tiga pemain ke Persib dan ini ada 30 pemain. Di skuat saya ada 7 berusia 23, sekarang kami akan coba di tim b untuk bermain dan ini bagus untuk masa depan pemain," ujar Robert Alberts setelah memimpin latihan di Stadion Si Jalak Harupat, Senin (12/8/2019).

Robert Alberts menambahkan, bahwa pemain yang akan ia pindahkan ke Persib B diumumkan sesudah pertandingan menghadapi Borneo FC, Rabu (14/8/2019).

Hal ini lebih cepat dilakukan Robert untuk membantu Persib B sebelum diputarnya putaran kedua Liga 2.

"Saya akan umumkan setelah lawan Borneo. Persib B window tranfer dibuka tanggal 14, jadi kami setelah pertandingan selanjutnya kami akan bersiap untuk pemain didaftarkan untuk liga 2," ucapnya.

Pelatih Persib Bandung, Robert Alberts dalam situasi tak menguntungkan dalam beberapa laga terakhir.

Dua kali hasil imbang dan satu kekalahan di kandang membuat Robert Alberts mulai mendapat kritikan tajam.

Namun kesalahan memang tidak bisa langsung diarahkan kepada juru taktik asal Belanda tersebut.

Sebab dia menangani Maung Bandung tidak sejak awal pembentukan tim.

Sebelumnya Miljan Radovic adalah pelatih yang diproyeksikan untuk memimpin Persib menjalani Liga 1 2019.

Namun karena tak kunjung menunjukan performa menjanjikan, Radovic akhirnya digantikan oleh Robert Alberts.

Pemain yang ada saat ini pun bukanlah pilihan Robert Alberts.

Sejak hari pertama melatih dia sudah disajikan pemain yang ada.

Sehingga ia perlu waktu untuk bisa meracik strategi sesuai dengan kualitas pemain yang dimiliki.

Robert Alberts pun mengatakan ia datang dengan tim yang tidak memiliki keseimbangan.

"Prinsipnya dari ilmu yang saya pelajari tim ini masih perlu lebih seimbang dari posisi pemainnya. Tidak seimbang karena hanya mempunyai satu striker murni dan saya pikir pemain asing datang tanpa seleksi dan itu bukan kesalahan saya," ujar Robert Alberts setelah memimpin latihan di Lapangan Sepak Bola, Lodaya, Senin (1/7/2019).

Saat ini, kata Robert Alberts, ia terus memantau kualitas masing-masing individu pemain.

Namun ia pun tak menutup kemungkinan untuk mengubah komposisi pemain di putaran kedua nanti.

Ia ingin para pemain Persib yang ada saat ini bisa terus meningkatkan kualitasnya di sisa putaran pertama.

"Seperti yang saya katakan mereka bukan pilihan saya dan saya tidak bisa mengubah apapun. Namun nanti akan ada jendela transfer paruh kedua pada 19 Agustus. Jika pemain yang ada sekarang tidak bisa meningkatkan kualitasnya kami perlu melakukan perubahan," kata Robert Alberts.(*)

Prakiraan Cuaca Ambon dan Sekitarnya Hari Ini Selasa 13 Agustus 2019, Masohi Hujan Malam Hari

Ramalan Zodiak Hari Ini Selasa 13 Agustus 2019, Soal Cinta: Teguran untuk Gemini, Pisces Bersantai

3. Satu Pemain Absen Jelang Lawan Borneo

Persib Bandung dipastikan tanpa gelandang asing andalannya, Rene Mihelic saat menjamu Borneo FC di Stadion Si Jalak Harupat, Rabu (14/8/2019).

Gelandang asal Slovenia itu mengalami cedera dan sempat absen saat Persin ditahan imbang Persela Lamongan, pekan lalu.

Pelatih Persib, Robert Alberts, mengaku tak khawatir dengan absennya Rena Mihelic pada laga nanti.

Robert mengatakan bahwa Persib memiliki barisan pemain di posisi gelandang yang tak kalah hebatnnya dibandingkan Rene Mihelic.

"Rene tidak bisa main dia masih cedera, seperti saya bilang kami punya beberapa pemain yang bisa menggantikan Rene di posisinya dan kami punya pemain bagus," ujar Robert Alberts setelah memimpin latihan di Stadion Si Jalak Harupat, Senin (12/8/2019) dikutip dari Tribun Jabar.

Mantan pelatih PSM Makssar ini mengindikasikan bahwa Abdul Aziz dan Hariono akan diandalkan di lini tengah Persib.

Menurutnya, keduanya bermain apik di beberapa laga terakhir Maung Bandung.

"Saya lihat di pertandingan terakhir Aziz bisa, sekarang dia  menunjukan penampilannya termasuk Hariono yang semakin menunjukan penampilan bagus," ucapnya.

 (TribunAmbon.com/Chrysnha)

Penulis: Facundo Chrysnha Pradipha
Editor: Facundo Chrysnha Pradipha
Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved