2 Kisah Hubungan Ibu dan Anak Kecelakaan Maut Akibat Truk, Heroik Sekaligus Pilu

Inilah dua kisah hubungan ibu dan anak kecelakaan maut akibat truk, heroik sekaligus pilu

Penulis: Facundo Chrysnha Pradipha | Editor: Facundo Chrysnha Pradipha
Kolase Tribunnews.com
Kecelakaan maut di Jl Boyolali-Solo tepatnya di Puskesmas Mojosongo, Kabupaten Boyolali 

TRIBUNAMBON.COM - Kecelakaan maut belakangan ini terjadi di beberapa wilayah di indonesia.

Seperti halnya kecelakaan yang terjadi di Tangerang dan Solo, bersumber dari truk dan memakan korban tewas.

Dari dua lokasi itu, terungkap dua kisah hubungan ibu dan anak dalam kecelakaan maut akibat truk.

Sejumlah fakta yang terungkap di antaranya adalah kisah heroik sekaligus pilu berupa cerita penyelamatan.

Peringatan Dini Prakiraan Tinggi Gelombang Perairan Maluku Jumat 2 Agustus, Ombak 3 Meter

Ambon & Masohi Berawan Tebal, Ini Prakiraan Cuaca Ambon dan Sekitarnya Jumat 2 Agustus

1. Selamarkan Bayi Saat Tertimpa Truk Tanah

Kisah pertama yang heroik sekaligus pilu adalah penyelamatan seorang ibu terhadap bayi berusia 11 bulan di Tangerang.

Dikutip dari Tribunnews.com, seorang ibu yang menjadi korban meninggal dunia kecelakaan maut di Tangerang sempat menyelamatkan anaknya bernama Aisyah (11 bulan).

Ifat, meninggal di dalam mobil setelah tertimpa badan truk beserta isi tanah.

Ia ternyata sempat menyelamatkan anak perempuannya berumur 11 bulan.

Menurut saksi mata bernama Ade yang juga menyelamatkan Aisyah mengatakan kalau sang ibu masih sempat bernafas dan bergerak.

Bergerak untuk mengeluarkan anaknya dari mobil yang dalam keadaan tertimpa badan truk tanah.

"Waktu sekitar jam 6 pagi itu ibunya masih bergerak masih hidup. Soalnya dia (Ifat) nyerahin anaknya ke warga lewat jendela mobil sebelah kiri," ujar Ade di lokasi kejadian, Kamis (1/8/2019).

Padahal menurutnya, Ifat duduk di belakang sopir yang merupakan kondisi terparah mobil saat tertimpa truk tanah.

"Posisi si ibu itu ada paling kanan di belakang sopir. Itu ketimpa paling parah sama truk. Tapi sempat ngasih anaknya, ngomong tolong selamatkan anak saya mas. Berulang kali ngomong gitu terus," cerita Ade seraya meniru suara Ifat.

Sontak, warga setempat yang melihat korban merintih langsung menyelamatkan Aisyah dari dekapan Ifat.

Evakuasi keempat korban yang masih terjebak di dalam mobil Daihatsu Sigra di Jalan Imam Bonjol, Kota Tangerang, Kamis (1/8/2019). (TribunJakarta.com/Ega Alfreda) ()
Menggunakan pacul dan alat seadanya, warga menggali tumpukan tanah yang mengubur mobil Daihatsu Sigra tersebut sebelum petugas datang.

Sebelumnya, kecelaakaan maut terjadi di Jalan Imam Bonjol, Kota Tangerang sekira pukul 05.20 WIB antara truk bermuatan tanah menimpa mobil pribadi diduga karena kelalaian sopir truk.

Diketahui empat dari lima penumpang kecelakaan maut di Jalan Imam Bonjol, Kota Tangerang dinyatakan meninggal dunia di tempat.

Keempat nyawa tersebut melayang saat sedang melintas dan tertimpa badan truk raksasa bermuatan tanah merah dari arah berlawanan.

"Ada pun korban yang tertimbun tanah di dalam kendaraan Sigra sejumlah empat orang meninggal dunia. Tiga orang laki-laki dewasa dan satu orang perempuan," ungkap Kanit Laka Lantas Polres Metro Tangerang Kota, AKP Isa Anshori di lokasi kejadian, Kamis (1/8/2019).

Keempat jenasah sudah dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Kota Tangerang.

Sementara balita perempuan berumur 11 bulan masih terselamatkan nyawanya dan sedang menjalani perawaran di klinik bersalin, Rany dekat lokasi kejadian.

Sebuah kecelakaan maut antara kendaraan pribadi dengan truk tanah terjadi di Kota Tangerang pada jalan Imam Bonjol, Kota Tangerang
Sebuah kecelakaan maut antara kendaraan pribadi dengan truk tanah terjadi di Kota Tangerang pada jalan Imam Bonjol, Kota Tangerang (TribunJakarta.com/Ega)

Empat dari lima korban kecelakaan maut di Jalan Imam Bonjol, Kota Tangerang dinyatakan meninggal dunia di lokasi.

Korban tertimpa badan truk raksasa bermuatan tanah merah dari arah berlawanan.

Diketahui, dalam mobil pribadi berjenis Daihatsu Sigra tersebut terdapat lima orang di dalamnya termasuk sopir dan balita berumur 11 bulan.

"Ada pun korban yang tertimbun tanah di dalam kendaraan Sigra sejumlah empat orang meninggal dunia. Tiga orang laki-laki dewasa dan satu orang perempuan," ungkap Kanit Laka Lantas Polres Metro Tangerang Kota, AKP Isa Anshori di lokasi kejadian, Kamis (1/8/2019).

Kata Isa, keempat jenasah korban dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Kota Tangerang.

Sementara balita perempuan berumur 11 bulan bernama Aisyah masih terselamatkan nyawanya dan sedang menjalani di rumah sakit bersalin Rany.

Di tempat yang sama, keluarga korban bernama Ade membeberkan nama keluarganya yang meninggal dunia di dalam mobil Daihatsu Sigra.

Mereka adalah ibunda Aisyah yakni Ifat.

Lalu Nanda, Wandi dan sopir bernama Eddy.

Sebelumnya, kecelaakaan maut terjadi di Jalan Imam Bonjol, Kota Tangerang sekira pukul 05.20 WIB antara truk bermuatan tanah menimpa mobil pribadi diduga karena kelalaian sopir truk.

Sopir Truk Tanah Timpa Mobil di Tangerang Hilang Saat Polisi Datang

Sopir truk tanah yang menimpa mobil pribadi di Jalan Imam Bonjol, Kota Tangerang melarikan diri.

Truk tanah yang bernopol B 9927 TYY tersebut oleng hingga menimpa mobil pribadi jenis Daihatsu Sigra berwarna putih hingga terkubur tanah.

Menurut kesaksian warga sekitar yang mengamankan sopir truk tersebut, sopir sempat diamankan oleh warga sekitar saat kejadian terjadi.

"Sempat diamankan oleh warga sekitar warganya, cuma pas polisi datang eh sopirnya ilang," kata Ade saksi mata yang mengamankan sopir truk, Kamis (1/8/2019).

Sementara, Kanit Laka Lantas Polres Metro Tangerang Kota, AKP Isa Anshori mengatakan hal serupa bahwa sopir truk melarikan diri usai diamankan warga.

"Untuk sopir saat petugas kepolisian ke TKP sudah tidak di tempat. Kemungkinan dia melarikan diri," ungkap Isa.

Untuk sementara, identitas sang sopir pun masih belum diketahui lantaran tidak ada identitas yang tertinggal dan truk masih dalam perjalanan ke Polres Metro Tangerang Kota.

"Identitasnya sendiri belum diketahui. Karena tidak ada tanda pengenal," ujar Isa.

Hingga saat ini proses evakuasi kecelakaan maut tersebut masih berlangsung untuk mengeluarkan korban yang meninggal di dalam mobil.

Truk Tanah Timpa Mobil Pribadi Hingga Tertimbun Tanah di Tangerang Sulit Dievakuasi

Truk tanah yang menimpa mobil pribadi di Jalan Imam Bonjol Kota Tangerang mengalami kesulitan saat proses evakuasi.

Dari pantauan di lokasi, truk tanah berukuran raksasa bernopol B 9927 TYY masih dalam proses evakuasi menggunakan alat berat sekira pukul 09.00 WIB.

Ramainya warga yang ingin mengabadikan momen di lokasi kejadian mempersulit petugas gabungan dari BPBP Kota Tangerang, polisi dan Dishub Kota Tangerang evaluasi truk tanah itu.

Bahkan, warga sekitar nekat memanjat alat berat pengangkut truk hanya untuk mengabadikan momen.

"Banyak warga yang berkerumum cuma buat foto-foto bikin petugas kesulitan evakuasi. Padahal bisa cepat tapi warga bikin bahaya juga," kata Rendy petugas Satpol PP Kota Tangerang, Kamis (1/8/2019).

Proses evakuasi pun sudah memakan waktu sekira enam jam dari waktu kecelaakan terjadi.

Untuk memasukan mobil ambulans untuk mengevakuasi korban pun membutuhkan waktu 15 menit dalam jarak lima meter lantaran jalan tertutup warga.

Sebelumnya kecelakaan maut terjadi di Jalan Imam Bonjol, Kota Tangerang saat truk tanah oleng dan menimpa satu mobil pribadi dari lajur sebelah.

Diketahui terdapat empat orang di dalam mobil pribadi tersebut.

"Masih ada empat orang di dalamnya, masih kejebak di dalamnya kang," kata Gita seorang saksi mata di lokasi kejadian.

Di lokasi yang sama, Kanit Lantas Polres Metro Tangerang Kota, AKP Isa Anshori mengatakan diduga si sopir truk mengantuk dan oleng ke badan jalan.

"Masih diduga ngantuk dan oleng. Jadi badan truk jatuh ke lajur sebelahnya menimpa mobil bersama orang di dalamnya," kata Isa.

Perbandingan Merek HP Pemimpin Negara Terkenal, HP Jokowi Terungkap, Donald Trump dan Kim Jong Un?

Agung Hercules Dimakamkan Hari Ini di Bandung setelah Salat jumat

2. Mahasiswa Tewas Selamatkan Ibu dari Hantaman Truk

Dikutip dari TribunSolo.com, Irza Laila Nur Trisna Winandi, mahasiswi Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo yang menjadi korban tewas kecelakaan maut di Jl Boyolali-Solo km 4 Mojosongo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.

Irza Laila meninggal dunia setelah ia tertabrak truk kontainer yang menabrak kantor UPTD Puskesmas Mojosongo Boyolali, Kamis (25/7/2019).

Gunawan, tetangga korban di Perum Bumi Singkil Permai II RT 6 RW 11, Karanggeneng, Boyolali mengatakan, dirinya mendapat cerita, korban Irza Laila Nur Trisna (21) sebelum tewas, Irza sempat menyelamatkan ibunya dengan cara mendorong ibunya, Dwi Yani Merbawaningrum.

"Katanya saat ibunya mau naik ke motor korban Irza lihat ada yang aneh dari kontainer yang melenceng mengarah ke Puskesmas," tutur Gunawan pada TribunSolo.com.

"Korban lalu mendorong ibunya," papar Gunawan.

Cerita tersebut menurut Gunawan banyak didengar tetangga sekitar dan semua tetangga kehilangan dengan kepergian korban.

Ibunda korban Laka maut di Puskesmas Mojosongo, Boyolali yang juga Bidan Puskesmas Mojosongo mengalami shock dan luka di bagian paha kiri.

Ayah Korban, Nurahman ditemui di Rumah Duka di Perum Bumi Singkil Permai II RT 06 RW 11, Karanggeneng, Boyolali mengatakan, istrinya, Dwi Yani Merbawaningrum mengalami shock dan beberapa jahitan akibat kejadian tersebut.

Kecelakaan maut di Jl Boyolali-Solo tepatnya di Puskesmas Mojosongo, Kabupaten Boyolali
Kecelakaan maut di Jl Boyolali-Solo tepatnya di Puskesmas Mojosongo, Kabupaten Boyolali

"Istri saya mengalami luka di bagian paha kiri dan lecet - lecet dari kejadian itu," papar Nurahman ditemui TribunSolo.com.

"Dia masih shock dengan kejadian itu saat ini saya saja belum bicara banyak dengan isri saya," kata Nurahman.

Pemakaman Irza Laila dilakukan Kamis (25/7/2019) di Sasanalaya Sapiyan, Metuk, Mojosongo, Boyolali.

Alamarhumah Dikenal sebagai Mahasiswa Cerdas dan Disiplin

Korban meninggal Irza Laila Nur Trisna Winandi (21) warga Karanggeneng, Boyolali adalah Mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo.

Ayah Korban Nurahman ditemui di Rumah Duka di Perum Bumi Singkil Permai II RT 06 RW 11, Karanggeneng, Boyolali mengatakan, selama ini anaknya tersebut berkuliah di UNS Solo.

Polisi menggeledah truk kontainer yang dikemudikan Solchan, Jumat (26/7/2019), setelah kecelakaan menabrak Puskesmas Mojosongo, Boyolali. (Istimewa)
Nurahman mengatakan, anaknya tersebut termasuk sosok yang cerdas lantaran mendapatkan IP selalu di atas 3,5.

Irza Laila Nur Trisna Winandi juga menjadi sosok yang disiplin dan pekerja keras selama dikenal keluarga.

(TribunAmbon.com/Chrysnha/Tribunnews.com/TribunSolo.com)

Sumber: Tribun Ambon
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

Menyelamatkan Bayi Baru Lahir

 
© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved