4 Fakta di Balik Viral Bocah 7 Tahun ke Sekolah Kenakan Baju Kotor tanpa Alas Kaki

Inilah fakta di balik viralnya bocah berusia 7 tahun yang pergi ke sekoah mengenakan pakaian kotor dan tanpa alas kaki.

Editor: Fitriana Andriyani
Kolase Instagram @rohayatun7
Inilah fakta di balik viralnya bocah berusia 7 tahun yang pergi ke sekoah mengenakan pakaian kotor dan tanpa alas kaki. 

TRIBUNAMBON.COM - Inilah fakta di balik viralnya bocah berusia 7 tahun yang pergi ke sekoah mengenakan pakaian kotor dan tanpa alas kaki.

Kisah bocah tersebut viral di media sosial setelah seorang pengguna Instagram mengunggah fotonya mengenakan seragam sekolah baru dan menuliskan keterangan yang menggugah empati.

Sejumlah warganet terus memberikan dukungannya dalam kolom komentar.

Bocah itu juga menunjukkan lokasi rumahnya yang berada di atas perbukitan, terpencil, dan dalam kondisi memprihatinkan.

Ramalan Zodiak Besok Rabu 31 Juli 2019, Capricorn Terdesak Masalah Keuangan, Aquarius jadi Sorotan

Informasi tersebut pertama kali diunggah oleh akun media sosial Instagram milik @rohayatun7 pada Senin (22/7/2019). Rohayatun, yang tak lain adalah gurunya sendiri, mengunggah tiga foto dan dua video berdurasi 60 dan 48 detik.

Rohayatun juga menuliskan cerita tentang kondisi Jodi yang sangat memprihatinkan. Jodi berasal dari keluarga tidak mampu.

Namun, yang membuat Rohayatun kagum, Jodi memiliki semangat belajar tinggi. Informasi tersebut kemudian disebarluaskan di sejumlah akun media sosial lain.

1. Kondisi rumah Jodi yang memprihatinkan

Senin (29/7/2019) pagi, Kompas.com melakukan upaya ekstra dalam menelusuri informasi viral tersebut. Kondisi jalanan menuju tempat tinggal Jodi naik turun karena berada di dataran tinggi.

Setelah melewati aspal, siapa pun yang hendak menuju rumahnya harus memarkirkan kendaraan roda dua atau empat di pinggir jalan.

Mereka kemudian harus berjalan kaki sekitar 100 meter dengan kondisi jalan setapak dan menanjak.

Bocah berusia 7 tahun itu tinggal di Dusun Pahing, RT 001 RW 003, Desa Margabakti, Kecamatan Kadugede, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.

Dia hidup bersama neneknya Sati (60) dan kakeknya Rakun (70). Dua kakaknya, Dayat (18) dan Mulya (15), juga tinggal bersama kecuali Ani (9) yang tinggal bersama orangtua angkatnya.

Tidak ada kamar mandi di bagian belakang rumah. Mereka terbiasa buang air kecil dan air besar ke kebun di sekitar rumah.

Saat malam tiba, mereka bertahan hidup gelap gulita selama beberapa tahun dan baru mendapatkan sedikit aliran listrik belum lama ini.

LENGKAP Jadwal Liga Italia 2019-2020 Dirilis, Tim Super Juventus Debut Tandang Kontra Parma

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

Menyelamatkan Bayi Baru Lahir

 
© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved